Sri Mulyani Curhat Pusing Hadapi Tsunami Inflasi Global

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 18:33 WIB
loading...
Sri Mulyani Curhat Pusing...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan tantangan berat menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di tengah tsunami inflasi global. Sementara sebagai bendahara negara dituntut untuk menjaga stabilisasi ke luar masuk uang negara.

"APBN sebagai penyangga, supaya tak terlalu dalam dan pulih kembali. Sepanjang tahun 2020-2021 hingga 2022 ini desainnya sebagai countercyclical," kata Sri Mulyani dalam seminar bincang APBN secara virtual, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 2,6%, AS Selamat dari Jurang Resesi

Dia mengungkapkan rumitnya situasi global sejak dua tahun lalu. Saat pandemi mulai melandai di awal 2022, permasalahan baru muncul berupa gangguan rantai pasok di tengah pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak berhenti di situ, kondisi diperparah meletusnya perang Rusia dan Ukraina pada awal tahun ini. Sebagai negara pemasok pangan dan energi utama dunia, perang tersebut menyebabkan krisis di mana-mana.

"Pandemi baru reda muncul krisis baru, yaitu kenaikan harga pangan dan energi melonjak tinggi. Harga minyak, batu bara dan CPO tak terkendali dari turun ke titik rendah tiba-tiba jadi USD105 per barel," kata dia.

Baca Juga: Dunia Dilanda Inflasi Kronis, Sri Mulyani: 60 Negara Terancam Krisis Utang

Adapun dampaknya, inflasi tinggi tak terkendali. Namun Indonesia dapat menjaga inflasi lantaran menngelontorkan anggaran untuk memberikan subsidi hingga berbagai bantuan sosial untuk menjaga tingginya inflasi global.

"Apakah kita diam saja tentu tidak. Indikator makronya bergerak terus. Pergerakannya itu karena masalah ekonomi, geopolitik hingga climate change yang bisa menyebabkan disrupsi," ungkap Sri Mulyani.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Rekomendasi
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved