Wall Street Dibuka Lesu Saat Perhatian Pasar Tertuju ke The Fed

Senin, 31 Oktober 2022 - 21:20 WIB
loading...
Wall Street Dibuka Lesu...
Wall Street dibuka melemah. Ilustrasi Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street hari ini kompak melemah pada pembukaan perdagangan Senin (31/10). Kondisi ini berbalik arah dari kenaikan mingguan.

Pelaku pasar modal di Amerika Serikat (AS) umumnya masih mencermati hasil laporan pendapatan perusahaan yang beragam sekaligus aneka ekspektasi jelang pertemuan Federal Reserve atau The Fed terkait kebijakan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average (DJI) melemah 0,52% di 32.692,49, S&P 500 (SPX) koreksi 0,74% di 3.872,23, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) koreksi 0,98% di 10.993,54. Saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX di antaranya Apple, Amazon.com, dan AMD.

Tiga top gainers ditempati oleh Wynn Resorts menguat 5,59%, Mosaic naik 2,65%, dan Coterra Energy tumbuh 1,91%. Sedangkan top losers diduduki oleh Global Payments turun 6,83%, Newell Brands merosot 5,12%, dan Paramount Global B tertekan 2,79%.

Baca juga: Wall Street Sepekan, Hadapi Banyak Ujian Jelang Kebijakan The Fed

Saat ini pasar fokus terhadap pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS The Fed pada Selasa dan Rabu (1-2 November) besok.

Fed sendiri diperkirakan akan mengerek suku bunga 75 basis poin untuk keempat kalinya berturut-turut demi mengekang inflasi kembali ke kisaran 2%.

"Kita akan mendengar (hasil)nya dari Gubernur Fed Jerome Powell pada Rabu dan kata-katanya mungkin lebih berarti daripada tindakannya. Jika bahasanya (Powell) mulai agak moderat, itu akan terus positif untuk bursa saham," kata Ekonom Spartan Capital Securities Peter Cardillo, dilansir Reuters, Senin (31/10/2022).

Baca juga: Suku Bunga BI Dikerek 50 Bps Jadi 4,75%, Ekonom Ramal Bakal Lanjut hingga 2023

Perdebatan terkait potensi penurunan suku bunga juga mengemuka di kalangan investor setelah AS mengumumkan rebound ekonomi di kuartal ketiga, dari kontraksi dua kuartal berturut-turut.

Investor hampir sama-sama terbelah dalam ekspektasi mereka bahwa Fed memberikan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada pertemuan kebijakan berikutnya, dengan peluang kenaikan suku bunga 50 basis poin pada Desember mencapai 47,9%, sebagaimana terpantau dalam indikator Fedwatch CME Group.

Sementara itu, data nonfarm payrolls bulanan yang akan dirilis akhir pekan ini juga dapat menawarkan petunjuk lebih lanjut tentang jalur suku bunga The Fed di akhir tahun dan awal tahun 2023.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Suku Bunga Tinggi, Stabilitas...
Suku Bunga Tinggi, Stabilitas Terjaga tapi Ekonomi Tertahan
Rekomendasi
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved