Ingin Tingkatkan Produktivitas Tebu, Jokowi Akui Butuh Dana Besar

Jum'at, 04 November 2022 - 18:18 WIB
loading...
Ingin Tingkatkan Produktivitas...
Presiden Jokowi saat menghadiri peresmian program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi di pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (4/11/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas hasil produksi tebu di Tanah Air memerlukan investasi yang besar.

Investasi tersebut juga digunakan untuk memperbaharui mesin-mesin yang ada di pabrik gula menjadi lebih modern dan menggunakan teknologi terkini.

Kepala Negara menyampaikan hal tersebut saat peresmian program "Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi" di pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero), Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada hari ini.

"Kuncinya memang bibit yang baik, mesin dengan memberikan rendemen yang baik juga kepada petani. Kuncinya ada di situ, dan ini memang memerlukan investasi yang tidak sedikit, memerlukan uang yang tidak sedikit, tetapi sudah kita niatkan untuk mengubah ini," ujar Jokowi dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).

"Kalau tebu ini berhasil, kemudian B30 sawit itu bisa ditingkatkan lagi, ini akan memperkuat ketahanan energi negara kita Indonesia," imbuh presiden.

Baca juga: Jokowi Harap ke Depan Indonesia Tak Lagi Impor Gula

Melalui program "Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi", Jokowi berharap dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas hasil produksi tebu di Tanah Air.

"Kita telah memulai menanam tebu yang ditanam secara modern dan kita harapkan nanti produktivitas dari tanaman itu menjadi lebih baik dan lebih meningkat," tandasnya.

Menurut Jokowi, Indonesia pernah menjadi eksportir gula pada tahun 1800-an. Namun, saat ini Indonesia harus mengimpor gula dengan jumlah yang sangat besar untuk kebutuhan konsumsi maupun industri dalam negeri.

Oleh sebab itu, Jokowi menginstruksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas bibit tebu dengan varietas yang terbaik di dunia.

"Kita bekerja sama dengan Brazil untuk ini dan sudah memiliki pengalaman yang baik dalam manajemen mengenai tebu dan pergulaan," ungkap mantan Gubernur DKI itu.

Presiden pun berharap melalui program ini, Indonesia dalam beberapa waktu ke depan dapat mencapai target untuk bisa mandiri dalam ketahanan pangan, termasuk tidak lagi mengimpor gula dari negara lain. "Tapi memang butuh waktu mungkin dalam jangka lima tahun ke depan. Target kita seperti itu," ungkap Jokowi.

Baca juga: 5 Daerah Penghasil Tebu Terbesar di Indonesia, Jatim Juaranya

Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang diutamakan untuk kepentingan konsumsi dalam negeri. Menilik sejarahnya, pengembangan produksi gula berbasis tebu sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda.

Hingga kini, pengembangan tebu tidak hanya dilakukan di pulau Jawa dan Sumatera bagian utara dan selatan, tetapi juga di pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara.



Meningkatnya konsumsi gula menjadi unsur utama dilakukannya pengembangan di daerah baru, juga untuk memenuhi pasar di wilayah Indonesia Timur.

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi tinggi produksi Tebu. Data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2018 mencatat, luas areal tanaman tebu mencapai 3.473.230 Ha dengan total produksi sekitar 2.854.300 ton. Dari luasan tersebut, sekitar 99% diusahakan oleh petani rakyat.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Itung-itungan Risiko...
Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun
Terganjal Utang Whoosh,...
Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Kolaborasi Tanpa Batas:...
Kolaborasi Tanpa Batas: Menghubungkan Vendor Papan Atas dengan Pengambil Keputusan di IOITE
Purbaya Disebut Temukan...
Purbaya Disebut Temukan Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Ini Penjelasan Kemenkeu
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Rekomendasi
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
NATO Butuh 35-50 Brigade...
NATO Butuh 35-50 Brigade Baru Jika Ingin Menang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved