Buka-bukaan Soal Kinerja PTPN III, Wamen BUMN Pahala: Profit Meningkat 54%

Sabtu, 05 November 2022 - 12:55 WIB
loading...
Buka-bukaan Soal Kinerja PTPN III, Wamen BUMN Pahala: Profit Meningkat 54%
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menyebut total penjualan yang dibukukan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III sampai dengan September 2022 mencapai Rp39 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat keuangan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III terus menunjukan perbaikan. Kondisi tersebut lantaran perusahaan menjalankan transformasi secara menyeluruh.

Baca Juga: Jokowi Harap ke Depan Indonesia Tak Lagi Impor Gula

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menyebut total penjualan yang dibukukan sampai dengan September 2022 mencapai Rp39 triliun. Profit PTPN III mencapai Rp4,5 triliun atau meningkat 54% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kondisi keuangan dari PTPN III terus menunjukkan adanya perkembangan yang baik. Hal ini terlihat dari total jumlah penjualan yang sudah dibukukan sampai dengan bulan September tahun 2022 mencapai kurang lebih sekitar Rp39 triliun serta menunjukkan adanya profit sebesar Rp4,5 triliun, yang artinya meningkat sebesar 54 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Pahala, Sabtu (5/11/2022).

Baca Juga: Swasembada Gula Perlu Konsistensi Penerapan Regulasi

Holding juga mencatat perbaikan di sisi produktivitas. Di mana, hingga 2022 produksi gula PTPN III mencapai 872.000 ton. Pada 2021 lalu, jumlah produksi gula berada di angka 768.000 ton.

“Selain daripada peningkatan kinerja keuangan, kami juga melihat adanya peningkatan produktivitas dan juga produksi. Dimana di tahun 2022 ini kita melihat bahwa produksi gula di PTPN III sudah bisa mencapai 872.000 ton atau meningkat dibandingkan yang dicapai di tahun 2021 lalu adalah sebesar 768.000 ton,” kata dia.

Kementerian BUMN melalui Holding Perkebunan Nusantara mendorong peningkatan produksi tebu. Hal itu untuk mewujudkan swasembada gula nasional.

Strategi yang dilakukan dengan membentuk subholding yang dinamai PT Sinergi Gula Nusantara atau SugarCo yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa pekan lalu. Entitas ini mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula (PG) melalui kemitraan strategis.

Bahkan, SugarCo ditargetkan berkontribusi pada pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula pada 2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2261 seconds (10.177#12.26)