PHK Masih Menghantui Perusahaan Fintech di 2023, Simak Tips Bagi Pelaku Bisnis

Senin, 07 November 2022 - 22:22 WIB
loading...
PHK Masih Menghantui...
PHK yang belakangan marak juga melanda perusahaan teknologi keuangan atau fintech. Foto/pexels/energepiccom
A A A
JAKARTA - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang belakangan marak juga melanda perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech)

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan, keputusan perusahaan fintech untuk melakukan PHK bisa dilatarbelakangi oleh banyak faktor, salah satunya ketidakseimbangan antara pendapatan dengan biaya yang harus dikeluarkan.

“Tentunya kita sebagai pelaku bisnis harus melihat antara revenue dengan cost. Kalau memang kita merasa atau dirasa cost-nya itu terlalu tinggi dan revenue tidak menutupi, maka tentu kita harus melakukan beberapa langkah-langkah,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Wisma Mulia 2, Jakarta, Senin (7/11/2022).

Baca juga: Sikapi Kabar PHK di Industri Padat Karya, Kemnaker: Kedepankan Dialog

Dia berharap bahwa keputusan melakukan PHK sudah dinalisa secara mendalam oleh masing-masing perusahaan fintech. "Saya rasa keputusan untuk melakukan PHK bagaimanapun ada di keputusan manajemen yang sudah dilakukan analisa secara lebih mendalam secara keseluruhan pastinya. Itu harapan kami dari asosiasi," tuturnya.

"Tapi kita melihatnya memang ujung-ujungnya sebagai pelaku bisnis kita harus mengambil keputusan kalau memang ingin bisnisnya itu bisa sustain terus dan going concern ataupun bisa terus sehat," imbuh Adrian.

Baca juga: Resesi Mengancam, Ini Saran Pentolan Buruh Agar Tak Ada PHK Massal

Terkait risiko resesi dan ancaman PHK pada tahun depan, Adrian menyebut kemungkinan PHK itu masih bisa terjadi. Menurut dia, hal tersebut tergantung pada fundamental bisnis. Sehingga, para pelaku fintech diharapkan bisa lebih pintar dalam memilih pasar.

"Di 2023 saya rasa tergantung dari fundamental bisnisnya. Kalau kita bicara fintech lending, apakah bisnisnya memiliki segmen pasar yang jelas? Kedua, bagaimana dia bisa menurunkan biaya akuisisi. Makanya, harus kerja sama dengan ekosistem. Kalau tidak, pasti biaya akuisisinya mahal," tandas Adrian.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Simak! Ini Daftar Lengkap...
Simak! Ini Daftar Lengkap Kenaikan UMP 2023 di 33 Provinsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved