Kementerian PUPR Guyur Rp1,49 Triliun untuk Adang Banjir di Bandara YIA
Selasa, 08 November 2022 - 08:30 WIB
loading...
Penanganan risiko banjir di Bandara YIA menelan anggaran Rp1,49 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) mencatat, setidaknya telah menggelontorkan Rp1,49 triliun untuk membangun infrastruktur penanganan banjir di Bandara Yogyakarta International Airport.
Baca juga: BUMN Indra Karya Ikut Garap Infrastruktur Dasar di IKN Nusantara
Anggaran yang digelontorkan sejak 2020 itu dibagi ke dalam empat paket penanganan hingga tahun 2023. Salah satu tujuan dari penanganan banjir adalah untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan Candi Borobudur.
"Upaya penanggulangan bencana, termasuk banjir merupakan tanggung jawab kita bersama. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Kementerian PUPR berperan dalam masalah infrastruktur," ujar Menteri PUPR dalam pernyataan tertulisnya dikutip Selasa (8/11/2022).
Pertama adalah pembangunan pengaman muara Sungai Bogowonto sisi barat yang dilaksanakan kontraktor PT Bumi Karsa-Abipraya, KSO dengan nilai kontrak Rp428,88 miliar. Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 322 meter, dengan progres saat ini sudah 88%.
Paket kedua yakni pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto sisi timur yang dilaksanakan kontraktor WIKA-ADP KSO dengan nilai kontrak Rp413miliar. Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 258 meter, dengan progres saat ini sudah 97,9%.
Paket ketiga yakni pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Bogowonto yang dilaksanakan kontraktor PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp360,2 miliar. Lingkup pekerjaan yakni peningkatan kapasitas sungai, pekerjaan long storage, perkuatan tebing/ revetment, kolam retensi dan pengadaan pompa banjir, dengan progres konstruksi 56,85%.
Baca juga: BUMN Indra Karya Ikut Garap Infrastruktur Dasar di IKN Nusantara
Anggaran yang digelontorkan sejak 2020 itu dibagi ke dalam empat paket penanganan hingga tahun 2023. Salah satu tujuan dari penanganan banjir adalah untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan Candi Borobudur.
"Upaya penanggulangan bencana, termasuk banjir merupakan tanggung jawab kita bersama. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Kementerian PUPR berperan dalam masalah infrastruktur," ujar Menteri PUPR dalam pernyataan tertulisnya dikutip Selasa (8/11/2022).
Pertama adalah pembangunan pengaman muara Sungai Bogowonto sisi barat yang dilaksanakan kontraktor PT Bumi Karsa-Abipraya, KSO dengan nilai kontrak Rp428,88 miliar. Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 322 meter, dengan progres saat ini sudah 88%.
Paket kedua yakni pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto sisi timur yang dilaksanakan kontraktor WIKA-ADP KSO dengan nilai kontrak Rp413miliar. Lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jetty sepanjang 306 meter dan tanggul sungai 258 meter, dengan progres saat ini sudah 97,9%.
Paket ketiga yakni pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Bogowonto yang dilaksanakan kontraktor PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp360,2 miliar. Lingkup pekerjaan yakni peningkatan kapasitas sungai, pekerjaan long storage, perkuatan tebing/ revetment, kolam retensi dan pengadaan pompa banjir, dengan progres konstruksi 56,85%.
Lihat Juga :