Mengapa Apple Menaikkan Harga iPhone 14? Tetapi Tidak di AS dan China

Selasa, 08 November 2022 - 13:44 WIB
loading...
Mengapa Apple Menaikkan...
Apple telah meluncurkan iPhone model terbaru yakni seri 14 dengan fitur dan pembaruan lainnya. Tetapi tergantung di mana Anda tinggal, harga iPhone mungkin lebih mahal pada beberapa negara. Foto/Dok
A A A
CALIFORNIA - Apple telah meluncurkan iPhone model terbaru yakni seri 14 yang hadir dengan layar, kamera dan pesan satelit yang lebih baik, di antara fitur dan pembaruan lainnya. Tetapi tergantung di mana Anda tinggal, harga iPhone mungkin lebih mahal pada beberapa negara.

Saat beberapa analis memproyeksikan bahwa Apple mungkin meningkatkan harga iPhone terbarunya di seluruh dunia karena tantangan rantai pasokan dan inflasi yang berkelanjutan, namun pembeli potensial di Amerika Serikat (AS) dan China tidak merasakan kenaikan harga dibandingkan dengan model seri 13.

Baca Juga: Alasan Produk Iphone Diproduksi di China, Hubungan Erat yang Tak Terpisahkan

Tetapi bagi konsumen di pasar lain seperti Inggris, Jepang, Jerman, dan Australia, model terbaru hadir dengan kenaikan harga yang signifikan. Misalnya iPhone 14 dijual mulai dari harga USD799 (setara Rp12,4 juta dengan Kurs Rp15.631 per USD) di AS, harga ini sama dengan yang dibebankan perusahaan untuk iPhone 13 pada rilisnya tahun lalu.

Sementara di Inggris, iPhone 14 paling rendah dibanderol seharga £849 atau sekitar USD975 yang jika dirupiahkan mencapai Rp15,24 juta. Sedangkan iPhone 13 dihargai £779, atau meningkat £70 yang setara dengan USD80.

Perbedaan harga itu terus meningkat disesuaikan dengan model dan serinya. Misal iPhone 14 Pro Max di Inggris dihargai £ 150 lebih mahal.

Alasan Apple mengambil langkah untuk menaikkan harga ponsel di pasar tersebut berkaitan dengan fluktuasi mata uang. "Pada dasarnya setiap mata uang di seluruh dunia telah melemah terhadap dolar," kata CFO Apple, Luca Maestri saat laporan pendapatan kuartalan keempat perusahaan.

"Dolar yang kuat membuatnya sulit di sejumlah wilayah. Jelas penetapan harga kami di pasar negara berkembang membuatnya sulit, dan terjemahan pendapatan itu kembali terpengaruh dolar," bebernya.

Baca Juga: Daftar Harga iPhone 14 Resmi di Indonesia, Mana yang Termurah?

Di sisi lain Apple melaporkan bahwa pendapatannya meningkat 8% pada kuartal IV/2022 menjadi USD90.15 miliar. CEO Apple Tim Cook mengatakan kepada CNBC minggu lalu bahwa perusahaan akan tumbuh "dua digit" jika bukan karena dolar yang kuat.

"Hembusan valuta asing lebih dari 600 basis poin untuk kuartal ini," kata Cook kepada Steve Kovach dari CNBC. "Jadi itu signifikan. Kami akan tumbuh dalam dua digit tanpa angin valuta asing."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Rekomendasi
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved