Buka Gerai ke-12 di Medan, DEPO Bidik Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2022
Senin, 14 November 2022 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jessica Iskandar Mau Jual Rumah, Ruben Onsu Minta Meja Dapur Pemberiannya Dikembalikan
Tahun ini ekonomi Sumut diprediksi tumbuh lebih tinggi dari tahun 2021 dengan rentang proyeksi 4,1-4,9% (year-on-year/yoy). Kian pulihnya mobilitas dan membaiknya daya beli tentunya akan mendorong konsumsi masyarakat.
“Tetap kuatnya ekonomi di Sumatera Utara tercermin dari tetap tingginya mobilitas masyarakat yang dapat mendorong konsumsi. Ini menjadi pertimbangan utama kami dalam memilih lokasi untuk dijadikan gerai ke-12,” bebernya.
Lebih lanjut Kambiyanto juga menyebut bahwa pemilihan kota Medan merupakan bagian dari upaya diversifikasi bisnis yang selama ini masih didominasi di pulau Jawa.
Dia menerangkan, pulau Jawa masih merupakan pusat pasar dengan kontribusi hingga 60%. Sementara itu, pertumbuhan organik secara wilayah terbagi menjadi di Bali yang tumbuh sebesar 10,4%, diikuti Lampung yang tumbuh sebesar 9,6%.
“Selain itu, penjualan online lewat WhatsApp juga menunjukkan kontribusi yang terus meningkat menjadi 7,4% pada semester I/2022 ini dari sebelumnya 5,4% dari total penjualan,” urainya.
Tahun ini ekonomi Sumut diprediksi tumbuh lebih tinggi dari tahun 2021 dengan rentang proyeksi 4,1-4,9% (year-on-year/yoy). Kian pulihnya mobilitas dan membaiknya daya beli tentunya akan mendorong konsumsi masyarakat.
“Tetap kuatnya ekonomi di Sumatera Utara tercermin dari tetap tingginya mobilitas masyarakat yang dapat mendorong konsumsi. Ini menjadi pertimbangan utama kami dalam memilih lokasi untuk dijadikan gerai ke-12,” bebernya.
Lebih lanjut Kambiyanto juga menyebut bahwa pemilihan kota Medan merupakan bagian dari upaya diversifikasi bisnis yang selama ini masih didominasi di pulau Jawa.
Dia menerangkan, pulau Jawa masih merupakan pusat pasar dengan kontribusi hingga 60%. Sementara itu, pertumbuhan organik secara wilayah terbagi menjadi di Bali yang tumbuh sebesar 10,4%, diikuti Lampung yang tumbuh sebesar 9,6%.
“Selain itu, penjualan online lewat WhatsApp juga menunjukkan kontribusi yang terus meningkat menjadi 7,4% pada semester I/2022 ini dari sebelumnya 5,4% dari total penjualan,” urainya.
Lihat Juga :