Kementan dan IDI Kolaborasi Penelitian Eucalyptus
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memiliki 300 an profesor dan peneliti yang berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada alasan untuk kita tidak membantu negara," katanya.
Untuk itu, Syahrul berharap kerjasama ini dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan membantu negara dalam menanggulangi wabah pandemi covid19. Penandatangan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan Ikatan Dokter Indonesia yang dilakukan ini merupakan sinergitas lintas sektoral mendukung konsep One-Health, kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan bagi masyarakat.
"Kerjasama antara Kementan dan Ikatan Dokter Indonesia kali ini dilakukan, harapannya terdapat tahapan riset lanjutan yang dilakukan secara bersinergi sesuai dengan kompetensinya.Litbang kami ini di dalamnya punya laboratorium untuk meneliti, lalu ada tanamannya, dan penelitinya juga ada. Kalau tidak bergerak potensi ini akan percuma. Protokol kesehatan tetap dipakai, dan ini ada pencegahan virusnya, kita perlu uji lanjutan bersama IDI," tambah Syahrul.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih menyampaikan dukungannya terhadap penelitian dan pengembangan tanaman Eucalyptus yang telah dilakukan oleh para peneliti Kementan.
"Kawan-kawan peneliti dari Kementerian Pertanian sudah melakukan penelitian awal, dan hasilnya menunjukan baik. Kalau mau dipakai untuk pengobatan untuk manusia dari hasil penelitiannya harus dilanjutkan. Ini yang dikerjasamakan, kita akan support," demikian ungkap Daeng di sela-sela Penandatangan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan Ikatan Dokter Indonesia.
Untuk itu, Syahrul berharap kerjasama ini dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan membantu negara dalam menanggulangi wabah pandemi covid19. Penandatangan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan Ikatan Dokter Indonesia yang dilakukan ini merupakan sinergitas lintas sektoral mendukung konsep One-Health, kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan bagi masyarakat.
"Kerjasama antara Kementan dan Ikatan Dokter Indonesia kali ini dilakukan, harapannya terdapat tahapan riset lanjutan yang dilakukan secara bersinergi sesuai dengan kompetensinya.Litbang kami ini di dalamnya punya laboratorium untuk meneliti, lalu ada tanamannya, dan penelitinya juga ada. Kalau tidak bergerak potensi ini akan percuma. Protokol kesehatan tetap dipakai, dan ini ada pencegahan virusnya, kita perlu uji lanjutan bersama IDI," tambah Syahrul.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih menyampaikan dukungannya terhadap penelitian dan pengembangan tanaman Eucalyptus yang telah dilakukan oleh para peneliti Kementan.
"Kawan-kawan peneliti dari Kementerian Pertanian sudah melakukan penelitian awal, dan hasilnya menunjukan baik. Kalau mau dipakai untuk pengobatan untuk manusia dari hasil penelitiannya harus dilanjutkan. Ini yang dikerjasamakan, kita akan support," demikian ungkap Daeng di sela-sela Penandatangan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan Ikatan Dokter Indonesia.
Lihat Juga :