Tekanan Makro Ekonomi yang Berat Picu Badai PHK Perusahaan Startup
Sabtu, 19 November 2022 - 06:49 WIB
loading...
A
A
A
Bhima menyebut mayoritas startup yang melakukan PHK massal disebut sebagai ‘Pandemic Darling’ atau perusahaan yang meraup kenaikan Gross Merchandise Value (GMV) selama puncak pandemi pada periode 2020-2021. "Karena valuasinya tinggi, maka mereka dipersepsikan mudah cari pendanaan baru," ungkapnya.
Tetapi pada faktanya, sambung Bhima, agresifitas ekspansi perusahaan digital ternyata saat ini tidak sebanding dengan pencarian dana baru dari investor.
"Banyak investor terutama asing menjauhi perusahaan dengan valuasi tinggi tapi secara profitabilitas rendah, atau model bisnis nya tidak sustain (berkelanjutan)," tutup Bhima.
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Jumat (18/11) mengumumkan ihwal PHK terhadap 1.300 karyawannya. Sekretaris Perusahaan GOTO R A Koesoemohadiani menyatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari efisiensi beban perseroan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.
Diani, sapaan R A Koesoemohadiani, mengatakan perusahaan telah menyampaikan hal ini kepada karyawan. "Perseroan harus mengambil keputusan yang sulit untuk melakukan perampingan karyawan yang akan berdampak kepada 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap grup GoTo," terang dia.
Baca juga: Ruangguru Umumkan PHK Karyawan, Gimana Nasib Belajar di Rumah?
Tetapi pada faktanya, sambung Bhima, agresifitas ekspansi perusahaan digital ternyata saat ini tidak sebanding dengan pencarian dana baru dari investor.
"Banyak investor terutama asing menjauhi perusahaan dengan valuasi tinggi tapi secara profitabilitas rendah, atau model bisnis nya tidak sustain (berkelanjutan)," tutup Bhima.
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Jumat (18/11) mengumumkan ihwal PHK terhadap 1.300 karyawannya. Sekretaris Perusahaan GOTO R A Koesoemohadiani menyatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari efisiensi beban perseroan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.
Diani, sapaan R A Koesoemohadiani, mengatakan perusahaan telah menyampaikan hal ini kepada karyawan. "Perseroan harus mengambil keputusan yang sulit untuk melakukan perampingan karyawan yang akan berdampak kepada 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap grup GoTo," terang dia.
Baca juga: Ruangguru Umumkan PHK Karyawan, Gimana Nasib Belajar di Rumah?
Lihat Juga :