Perizinan Satu Atap, Masa Depan Industri Perikanan di Era New Normal
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:01 WIB
loading...
RKIH menyikapi sejumlah keluhan para pelaku usaha perikanan di beberapa daerah di Indonesia terkait kondisi unit usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 serta lamanya proses pembuatan Sertifikasi Kelayakan Perikanan (SKP). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) menyikapi sejumlah keluhan para pelaku usaha perikanan di beberapa daerah di Indonesia terkait kondisi unit usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 serta lamanya proses pembuatan Sertifikasi Kelayakan Perikanan (SKP). Untuk menginisiasi keluhan anggotanya, RKIH menggagas web talk show bertemakan peningkatan daya saing produk perikanan dalam menyongsong new normal sabagai sarana mencari solusi sekaligus sambung rasa Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP).
(Baca Juga: Potensi Budidaya Ikan Baru Tergarap 10%, Edhy Prabowo: Perlu Inovasi )
Hadir dalam webinar yang digelar selama dua jam tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang bertindak sebagai keynote speaker dengan sejumlah narasumber seperti Kris Budihardjo, Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat, Machmud, SP. M.Sc Direktur Pemasaran Ditjen Pemasaran PDSPKP, Prof Dedi Fardiaz, Guru Besar Departemen Ilmu Dan Teknologi Pangan IPB, dan Ajib Hamdani, Komisaris Fishon Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI.
"Adanya pandemi covid-19 ini ternyata memberikan dampak positif pada industri perikanan tanah air, seiring dengan pola prilaku konsumen global di era new normal. Untuk itu kementrian akan menjamin dan menjaga kualitas serta mutu perikanan sesuai standar internasional termasuk penerapan protokol kesehatan di era new normal," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Sedangkan untuk memperkuat industri perikanan, KKP akan meningkatkan ekspor, pembinaan kewirausahaan dan UMKM serta peningkatan kontribusi unit pengolahan ikan (UPI) terkait jaminan mutu dan keamanan produk perikanan. Selain itu, Edhy menyebutkan bahwa volume dan nilai ekspor perikanan selama 5 tahun terakhir trennya positif dengan komoditas udang, tuna, rajungan, kepiting, sotong, gurita dan rumput laut.
(Baca Juga: Potensi Budidaya Ikan Baru Tergarap 10%, Edhy Prabowo: Perlu Inovasi )
Hadir dalam webinar yang digelar selama dua jam tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang bertindak sebagai keynote speaker dengan sejumlah narasumber seperti Kris Budihardjo, Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat, Machmud, SP. M.Sc Direktur Pemasaran Ditjen Pemasaran PDSPKP, Prof Dedi Fardiaz, Guru Besar Departemen Ilmu Dan Teknologi Pangan IPB, dan Ajib Hamdani, Komisaris Fishon Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI.
"Adanya pandemi covid-19 ini ternyata memberikan dampak positif pada industri perikanan tanah air, seiring dengan pola prilaku konsumen global di era new normal. Untuk itu kementrian akan menjamin dan menjaga kualitas serta mutu perikanan sesuai standar internasional termasuk penerapan protokol kesehatan di era new normal," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Sedangkan untuk memperkuat industri perikanan, KKP akan meningkatkan ekspor, pembinaan kewirausahaan dan UMKM serta peningkatan kontribusi unit pengolahan ikan (UPI) terkait jaminan mutu dan keamanan produk perikanan. Selain itu, Edhy menyebutkan bahwa volume dan nilai ekspor perikanan selama 5 tahun terakhir trennya positif dengan komoditas udang, tuna, rajungan, kepiting, sotong, gurita dan rumput laut.
Lihat Juga :