alexametrics

Perizinan Satu Atap, Masa Depan Industri Perikanan di Era New Normal

loading...
Perizinan Satu Atap, Masa Depan Industri Perikanan di Era New Normal
RKIH menyikapi sejumlah keluhan para pelaku usaha perikanan di beberapa daerah di Indonesia terkait kondisi unit usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 serta lamanya proses pembuatan Sertifikasi Kelayakan Perikanan (SKP). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) menyikapi sejumlah keluhan para pelaku usaha perikanan di beberapa daerah di Indonesia terkait kondisi unit usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 serta lamanya proses pembuatan Sertifikasi Kelayakan Perikanan (SKP). Untuk menginisiasi keluhan anggotanya, RKIH menggagas web talk show bertemakan peningkatan daya saing produk perikanan dalam menyongsong new normal sabagai sarana mencari solusi sekaligus sambung rasa Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP).

(Baca Juga: Potensi Budidaya Ikan Baru Tergarap 10%, Edhy Prabowo: Perlu Inovasi)

Hadir dalam webinar yang digelar selama dua jam tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang bertindak sebagai keynote speaker dengan sejumlah narasumber seperti Kris Budihardjo, Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat, Machmud, SP. M.Sc Direktur Pemasaran Ditjen Pemasaran PDSPKP, Prof Dedi Fardiaz, Guru Besar Departemen Ilmu Dan Teknologi Pangan IPB, dan Ajib Hamdani, Komisaris Fishon Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI.

"Adanya pandemi covid-19 ini ternyata memberikan dampak positif pada industri perikanan tanah air, seiring dengan pola prilaku konsumen global di era new normal. Untuk itu kementrian akan menjamin dan menjaga kualitas serta mutu perikanan sesuai standar internasional termasuk penerapan protokol kesehatan di era new normal," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.



Sedangkan untuk memperkuat industri perikanan, KKP akan meningkatkan ekspor, pembinaan kewirausahaan dan UMKM serta peningkatan kontribusi unit pengolahan ikan (UPI) terkait jaminan mutu dan keamanan produk perikanan. Selain itu, Edhy menyebutkan bahwa volume dan nilai ekspor perikanan selama 5 tahun terakhir trennya positif dengan komoditas udang, tuna, rajungan, kepiting, sotong, gurita dan rumput laut.

Sementara itu menyikapi perizinan SKP, Kris Budihardjo Ketua Umum RKIH meminta perizinan SKP terutama di daerah dibuat satu pintu agar mempermudah para pelaku usaha dan meningkatkan potensi kelautan di Indonesia. Selain itu Kris menambahkan permasalahan lamanya pengurusan izin SKP di Indonesia jangan dibiarkan berlarut dan dikerjakan oleh Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP).



(Baca Juga: Pemerintah Akan Menata Ulang Kabel Bawah Laut di Kepri)

Sehingga PDSPKP bisa fokus meningkatkan daya saing dan memasarkan produk perikanan ke pasar internasional. Kris pun meyakini produk kelautan Indonesia dapat menambah devisa negara. Apalagi Presiden Joko Widodo serius dan bersungguh sungguh akan menjadikan produk KKP sebagai salah satu program unggulan.

Sebagai Ketua Umum RKIH, Kris menyatakan siap bersinergi dan mendukung program KKP, namun tetap kritis untuk kemajuan perikanan Indonesia. Web talk show yang diadakan RKIH ini diikuti oleh ratusan peserta dan disiarkan langsung secara streaming melalui jaringan media sosial.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top