alexametrics

BI Beri Sinyal Suku Bunga Kredit Naik di Kuartal I

loading...
BI Beri Sinyal Suku Bunga Kredit Naik di Kuartal I
BI beri sinyal suku bunga kredit naik di kuartal I. Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberi sinyal bahwa suku bunga kredit pada kuartal I tahun ini diperkirakan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.

Rata-rata suku bunga kredit modal kerja diperkirakan naik 1 basis points (bps) menjadi 13,6% per tahun, kemudian suku bunga kredit investasi naik 16 bps menjadi 13,46% per tahun, serta suku bunga kredit konsumsi naik 7 bps menjadi 15,61% per tahun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, berdasarkan jenis kredit konsumsi, kenaikan suku bunga kredit tertinggi diperkirakan terjadi pada kredit tanpa agunan (KTA) sebesar 25 bps menjadi 21,08% per tahun.



Kemudian kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 14 bps menjadi 13,92% dan kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) naik 10 bps menjadi 12,85%.

"Sementara itu, pertumbuhan kredit tahun ini diperkirakan lebih tinggi dari tahun 2014. Konsumen (responden) perbankan optimistis pertumbuhan kredit tahun ini dapat mencapai 15,7% atau lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit tahun 2014 (hingga November 2014) sebesar 11,9%," jelas Tirta, Selasa (13/1/2015).

Menurut dia, faktor utama pendorong menguatnya pertumbuhan kredit adalah kondisi ekonomi tahun ini yang diperkirakan lebih baik dari 2014. Sedangkan faktor yang diperkirakan menghambat laju pertumbuhan kredit adalah tingginya suku bunga dan risiko penyaluran kredit.

Di samping itu, dia menjelaskan, pertumbuhan kuartalan kredit baru diperkirakan melambat pada kuartal I‎ tahun ini. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang menurun dari 84% menjadi 67,3%.

Tirta menjelaskan, faktor utama yang mempengaruhi perlambatan laju kredit baru adalah rendahnya permintaan pembiayaan pada awal tahun dan tekanan pada kenaikan suku bunga kredit.

"Meski melambat, namun optimisme perkiraan pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun 2015 masih lebih baik dibandingkan periode yang sama selama tiga tahun terakhir (rata-rata 44,2%)," paparnya.

Pemberian kredit baru pada kuartal I tahun ini diperkirakan sebesar 8,01% (quartal to quartal/qtq)), atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit baru pada kuartal I tiga tahun terakhir (-10,21%, qtq).
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak