Defisit Rp169,5 Triliun, Sri Mulyani Pastikan Kondisi APBN Tetap Sehat

Jum'at, 25 November 2022 - 12:43 WIB
loading...
Defisit Rp169,5 Triliun,...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini dalam kondisi sehat meskipun pada bulan lalu mengalami defisit.

Hal ini terlihat dari indikator Ekonomi dan APBN Indonesia hingga akhir Oktober 2022 menunjukkan kegiatan ekonomi yang pulih secara kuat dan cukup impresif.

Pada kuartal III (Q3) 2022, Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan 5,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sejak Q4 2021 hingga kurun waktu tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada setiap kuartal konsisten berada di angka sekitar 5%.

"Dengan demikian, perekonomian Indonesia secara kumulatif sejak Q1-Q3 2022 berada 6,6% di atas level pra-pandemi (2019)," papar Sri melalui akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Baca juga: Jadi Andalan Saat Krisis, APBN Harus Dipastikan Tetap Sehat

Hingga akhir Oktober 2022, dia menilai kinerja APBN masih sangat baik. Realisasi Belanja Negara tetap disiplin, mencapai Rp2.351,1 triliun (75,7% dari pagu), tumbuh 14,2% (yoy). Penerimaan juga cukup baik, yaitu mencapai Rp2.181,6 triliun atau 96,3% dari target, masih tumbuh kuat 44,5% (yoy).

Setelah mengalami surplus 9 bulan berturut-turut, pada bulan Oktober APBN mulai mencatatkan defisit Rp169,5 triliun atau 0,91% terhadap PDB. Menurut Sri, jumlah ini masih jauh di bawah batas defisit pada Perpres 98/2022 yaitu 4,5% terhadap PDB.

"Dengan kondisi ini, kita masih optimis, namun tetap harus mencermati tren global untuk bisa merumuskan langkah-langkah menjaga ekonomi kita yang sedang baik ini,” tutur menteri kelahiran Bandar Lampung itu.

“Untuk itu, #APBNKita masih akan terus dioptimalkan sebagai peredam tekanan global untuk melindungi masyarakat, perekonomian, dan kesehatan APBN sendiri," tutup Menkeu.

Baca juga: Krisis Energi Eropa Akan Berlangsung Bertahun-tahun, Industri Beri Sinyal Peringatan

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 yang sangat menantang membuat pemerintah harus mengoptimalkan penggunaan APBN sebagai shock absorber selama masa pandemi yang sudah nyaris tiga tahun. Kini, APBN harus disehatkan kembali untuk menciptakan ketahanan fiskal.

“Apa itu menciptakan ketahanan fiskal? Jaga kesehatan APBN. APBN tetap harus dijaga kesehatannya karena APBN itu harus tetap bisa jadi shock absorber. Gimana cara jaga APBN shock absorber itu? Defisitnya dikembalikan seperti dulu, kembali ke bawah 3%, kembali sehat,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Kuliah Umum Dosen Tamu Mata Kuliah Perekonomian Indonesia di FEB UI Depok, Rabu (23/11).

Dia menerangkan, penyehatan APBN bertujuan agar APBN selalu siaga sebagai instrumen yang sangat penting saat negara ini harus berhadapan dengan krisis.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved