Wall Street Sepekan, Investor Harap-harap Cemas Menunggu Kejutan The Fed

Senin, 28 November 2022 - 07:26 WIB
loading...
A A A
"Pertanyaannya tahun ini adalah apakah Fed akan menaikkan 75 atau 50 basis poin, dan apakah akan ada komentar dovish yang menunjukkan bahwa Fed akan menaikkan suku satu atau dua kali lagi tahun depan dan kemudian berhenti," kata Stovall.

Risalah yang dirilis Rabu dari pertemuan Fed 2 November menunjukkan bahwa "mayoritas substansial" pembuat kebijakan setuju bahwa "kemungkinan akan segera tepat" untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga," meskipun anggota Fed percaya bahwa ada "ketidakpastian yang signifikan tentang akhir tingkat" tentang bagaimana tingkat perlu naik.

Kenaikan suku bunga lain yang terlalu besar dapat menghambat reli lebih dari 10% di S&P 500 sejak awal Oktober yang sebagian besar didorong oleh harapan bahwa inflasi telah mencapai puncaknya dari level tertinggi 40 tahun, memungkinkan The Fed untuk memperlambat dan akhirnya menghentikan langkah paling agresifnya. tingkat siklus hiking sejak tahun 1970-an.

Ketua Fed Jerome Powell, yang akan berbicara pada 30 November, telah mengisyaratkan bahwa bank sentral dapat beralih ke kenaikan suku bunga yang lebih kecil bulan depan tetapi juga mengatakan suku bunga pada akhirnya mungkin perlu naik lebih tinggi dari 4,6% yang menurut pembuat kebijakan pada bulan September akan diperlukan. oleh tahun depan.

"Penurunan tajam penilaian untuk perusahaan publik dan swasta adalah salah satu konsekuensi menyakitkan" dari biaya suku bunga yang lebih tinggi dan kemungkinan akan berarti bahwa S&P 500 akan turun 9% menjadi 3.600 selama 3 bulan ke depan, tulis ahli strategi Goldman Sachs dalam sebuah catatan pada Senin.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Cek Menu Saham Calon Cuan Awal Pekan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved