Eropa Waspadai Turki Dijadikan Rusia Tempat Menyembunyikan Gas

Kamis, 01 Desember 2022 - 21:35 WIB
loading...
A A A
Analis senior di Rystad Energy, Zongqiang Luo memperkirakan, sekitar 60% dari kapasitas pipa tidak digunakan menyusul ekspor tahun ini hanya sekitar 10,6 bcm gas pada 21 November.

Luo memperkirakan akan memakan waktu setidaknya tiga hingga empat tahun untuk membangun infrastruktur baru yang tentunya bakal menelan biaya sangat mahal. "Bahkan jika pipa baru bisa dibangun, lalu siapa yang akan membeli gas itu?" tanyanya.

Sementara ada anggapan, Rusia bakal menemukan pembeli lain. Sebuah sumber menyebutkan, perusahaan raksasa gas Rusia, Gazprom diyakini akan memfasilitasi penjualan.

"Itu bukan gas Rusia, tetapi gas dari hub," kata sumber itu, yang tidak ingin disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

Sebuah sumber perdagangan di Eropa juga mengatakan, China telah menyalip Jepang untuk menjadi importir gas alam cair (LNG) teratas dunia pada tahun 2021. Beijing juga menjual kembali LNG Rusia, yang belum diberi label sebagai "buatan Moskow".

Dia mengatakan, ada kemungkinan pembeli di Eropa Selatan dan Timur mungkin tidak peduli dari mana LNG berasal. Melihat Eropa yang belum memberlakukan embargo pada gas Rusia, berbeda dengan minyak, Alexander Gryaznov, direktur di S&P Global Ratings, mengatakan Eropa mungkin saja bersedia membeli dari Moskow melalui mediator.

"Eropa tidak ingin menandatangani kontrak langsung dengan Federasi Rusia, tapi membeli volume gratis di pasar spot di Turki akan dapat diterima secara politis," katanya, sambil menambahkan waktu dan uang akan diperlukan untuk mendirikan pusat pasokan baru.

Alexei Grivach dari Dana Keamanan Energi Nasional yang berbasis di Moskow mengatakan, pusat pasokan baru gas Rusia itu menghadirkan peluang perdagangan. "Jika hub mulai bekerja, kemungkinan besar akan terbuka untuk semua jenis operasi swap," katanya.

HUBUNGAN RUSIA-TURKI

Putin dan Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menjalin hubungan dekat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada masa lalu kelam dibelakangnya. Di antaranya pembunuhan duta besar Rusia Andrei Karlov di Ankara pada 2016 dan jatuhnya jet Rusia oleh Turki dalam misi ke Suriah setahun sebelumnya.

Turki mengatakan, ada kemungkinan untuk memasukkan Pipa Gas Alam Trans Anatolia (TANAP), yang membawa gas alam Azeri ke perbatasan Turki, ke dalam hub yang diusulkan.

Turki dan Azerbaijan pada bulan lalu sepakat untuk menggandakan kapasitas pipa dari 16 bcm saat ini "dalam jangka pendek". Lalu pada 23 November, kepala perusahaan energi negara Gazprom dan Azeri Rusia Socar, Alexei Miller dan Rovshan Najaf bertemu di Moskow.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Rekomendasi
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Jadi Target Rudal AS,...
Jadi Target Rudal AS, Rusia Balas Ancam Bidik Kota-kota Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved