Eropa Waspadai Turki Dijadikan Rusia Tempat Menyembunyikan Gas
Kamis, 01 Desember 2022 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Baik Gazprom maupun Socar tidak memberikan rincian terkait pertemuan tersebut, tetapi bulan ini Rusia setuju untuk memasok Azerbaijan dengan 1 bcm gas di bawah kontrak jangka pendek terbaru.
Kesepakatan itu "menimbulkan beberapa kekhawatiran di pasar" tentang kemungkinan kesepakatan pertukaran gas dengan Rusia untuk mengekspor lebih banyak gas ke Eropa, diungkapkan Luo.
Dengan proposal membangun pusat gas Turki, Rusia telah kembali ke ide lama untuk menambahkan dua jalur ke pipa TurkStream yang saat ini ada untuk menggandakan kapasitas tahunannya menjadi 63 bcm.
Angka itu persis dengan volume gabungan yang dijual Rusia melalui berbagai rute ke Austria, Bulgaria, Hongaria, Italia, Serbia, Slovenia, dan Turki pada tahun 2020, menurut data Gazprom.
Rusia memasok gas pipa ke Eropa terutama melalui Ukraina dengan kecepatan lebih dari 40 juta meter kubik per hari, kurang dari setengah jumlah yang digunakan untuk menjual ke Uni Eropa.
Moskow juga mengirimkan gas ke ujung selatan Eropa timur, termasuk Hongaria, melalui TurkStream.
TurkStream disebut menelan biaya USD3.2 miliar dan pipa gas Nord Stream 2 yang tidak pernah diluncurkan melalui Laut Baltik membutuhkan USD11 miliar, dibagi antara Gazprom dan mitra baratnya.
Baik Gazprom, maupun Kremlin tidak memberikan perkiraan biaya investasi yang harus digelontorkan untuk mewujudkan ide hub Turki. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menolak berkomentar ketika ditanya oleh Reuters, soal bagaimana gas Azeri dapat digunakan di hub tersebut. Sedangkan Gazprom dan Socar belum berbicara soal hal ini.
Rusia mengajukan Turki menjadi pusat pasokan gas yang baru untuk kebutuhan ekspor ke Eropa. Langkah ini ditempuh agar bisa lepas dari sanksi Uni Eropa dan kebocoran pipa gas nord stream one.
Kesepakatan itu "menimbulkan beberapa kekhawatiran di pasar" tentang kemungkinan kesepakatan pertukaran gas dengan Rusia untuk mengekspor lebih banyak gas ke Eropa, diungkapkan Luo.
Dengan proposal membangun pusat gas Turki, Rusia telah kembali ke ide lama untuk menambahkan dua jalur ke pipa TurkStream yang saat ini ada untuk menggandakan kapasitas tahunannya menjadi 63 bcm.
Angka itu persis dengan volume gabungan yang dijual Rusia melalui berbagai rute ke Austria, Bulgaria, Hongaria, Italia, Serbia, Slovenia, dan Turki pada tahun 2020, menurut data Gazprom.
Rusia memasok gas pipa ke Eropa terutama melalui Ukraina dengan kecepatan lebih dari 40 juta meter kubik per hari, kurang dari setengah jumlah yang digunakan untuk menjual ke Uni Eropa.
Moskow juga mengirimkan gas ke ujung selatan Eropa timur, termasuk Hongaria, melalui TurkStream.
TurkStream disebut menelan biaya USD3.2 miliar dan pipa gas Nord Stream 2 yang tidak pernah diluncurkan melalui Laut Baltik membutuhkan USD11 miliar, dibagi antara Gazprom dan mitra baratnya.
Baik Gazprom, maupun Kremlin tidak memberikan perkiraan biaya investasi yang harus digelontorkan untuk mewujudkan ide hub Turki. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menolak berkomentar ketika ditanya oleh Reuters, soal bagaimana gas Azeri dapat digunakan di hub tersebut. Sedangkan Gazprom dan Socar belum berbicara soal hal ini.
Rusia mengajukan Turki menjadi pusat pasokan gas yang baru untuk kebutuhan ekspor ke Eropa. Langkah ini ditempuh agar bisa lepas dari sanksi Uni Eropa dan kebocoran pipa gas nord stream one.
(akr)
Lihat Juga :