50% Startup Digital Mampu Bertahan di Tengah Krisis
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:24 WIB
loading...
Hampir 50% startup digital optimistis bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun ke depan kendati ekonomi Indonesia mengalami krisis akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Hampir 50% startup digital optimistis bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun ke depan kendati ekonomi Indonesia mengalami krisis akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Sebanyak 21% startup mampu bertahan hingga kuartal 1 2021.
“Sisanya, 10% startup mampu bertahan hingga akhir Juni 2020 dan 20% lainnya bisa bertahan dalam tempo 3-6 bulan ke depan,” ujar Direktur Riset Katadata Insight Center, Mulya Amri dalam webinar Pandemi Covid: Dampak Terhadap Pelaku Ekonomi Digital, Kamis (9/7/2020).
Menurut Mulya, ada sejumlah cara yang dilakukan oleh startup digital untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Sebagian besar pengelola tersebut (52%) melakukan pengurangan biaya operasional. Selain itu juga melakukan pengurangan biaya promosi (41%) dan mengurangi biaya produksi (32%). Pengurangan biaya operasional yang banyak dilakukan adalah pemotongan gaji karyawan (35%) dan pemangkasan jumlah karyawan (24,5%).
(Baca Juga: Pangkas Layanan, Cara Startup Bertahan di Tengah Krisis )
Survei Katadata Insight Center terhadap 139 eksekutif perusahaan startup digital pada Mei-Juni 2020 menunjukkan bahwa startup cenderung tidak melakukan perubahan strategi pada masa pandemi. “Tapi dari perubahan yang dilakukan, kebanyakan terkait jumlah dan jenis produk/layanan. Perubahan jenis produk/layanan didorong perubahan preferensi konsumen yang cenderung mencari barang kebutuhan pokok dan yang terkait kesehatan,” tutur Mulya.
“Sisanya, 10% startup mampu bertahan hingga akhir Juni 2020 dan 20% lainnya bisa bertahan dalam tempo 3-6 bulan ke depan,” ujar Direktur Riset Katadata Insight Center, Mulya Amri dalam webinar Pandemi Covid: Dampak Terhadap Pelaku Ekonomi Digital, Kamis (9/7/2020).
Menurut Mulya, ada sejumlah cara yang dilakukan oleh startup digital untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Sebagian besar pengelola tersebut (52%) melakukan pengurangan biaya operasional. Selain itu juga melakukan pengurangan biaya promosi (41%) dan mengurangi biaya produksi (32%). Pengurangan biaya operasional yang banyak dilakukan adalah pemotongan gaji karyawan (35%) dan pemangkasan jumlah karyawan (24,5%).
(Baca Juga: Pangkas Layanan, Cara Startup Bertahan di Tengah Krisis )
Survei Katadata Insight Center terhadap 139 eksekutif perusahaan startup digital pada Mei-Juni 2020 menunjukkan bahwa startup cenderung tidak melakukan perubahan strategi pada masa pandemi. “Tapi dari perubahan yang dilakukan, kebanyakan terkait jumlah dan jenis produk/layanan. Perubahan jenis produk/layanan didorong perubahan preferensi konsumen yang cenderung mencari barang kebutuhan pokok dan yang terkait kesehatan,” tutur Mulya.
Lihat Juga :