Produksi Baja Nasional Masih Rendah, Impor Jadi Keniscayaan
Kamis, 09 Juli 2020 - 19:33 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memproteksi pelaku usaha industri baja nasional dari gempuran impor. Pasalnya, Hipmi menemukan adanya baja yang diselundupkan ke daerah-daerah.
Menanggapi permintaan itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menegaskan bahwa pemerintah memastikan bakal meningkatkan industri baja dalam negeri dan mengurangi impor.
"Pak Menteri Perindustrian sudah komit akan mensubstitusi impor paling tidak 35% sampai akhir masa jabatan. Jadi (dalam hal ini) saya kira kita semua bersama-sama," kata Bawazier dalam diskusi secara virtual dengan Hipmi, Kamis (9/7/2020). ( Baca juga: Hipmi: Industri Baja Digempur Barang Impor dan Selundupan )
Bawazier, menjelaskan penyebab adanya impor produk baja. Salah satunya, produksi baja di Indonesia masih rendah, yaitu 6,5 juta ton sedangkan kebutuhannya mencapai 20 juta ton. Selain itu, ada produk baja yang belum bisa dihasilkan di sini.
"Gapnya sangat besar sekali. Ini yang mesti kita lihat lagi," jelasnya
Menanggapi permintaan itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menegaskan bahwa pemerintah memastikan bakal meningkatkan industri baja dalam negeri dan mengurangi impor.
"Pak Menteri Perindustrian sudah komit akan mensubstitusi impor paling tidak 35% sampai akhir masa jabatan. Jadi (dalam hal ini) saya kira kita semua bersama-sama," kata Bawazier dalam diskusi secara virtual dengan Hipmi, Kamis (9/7/2020). ( Baca juga: Hipmi: Industri Baja Digempur Barang Impor dan Selundupan )
Bawazier, menjelaskan penyebab adanya impor produk baja. Salah satunya, produksi baja di Indonesia masih rendah, yaitu 6,5 juta ton sedangkan kebutuhannya mencapai 20 juta ton. Selain itu, ada produk baja yang belum bisa dihasilkan di sini.
"Gapnya sangat besar sekali. Ini yang mesti kita lihat lagi," jelasnya
Lihat Juga :