6 Tahun OK OCE Berjalan, Sandiaga Uno: Sudah Ciptakan 1,4 Juta Lapangan Kerja

Selasa, 13 Desember 2022 - 20:24 WIB
loading...
6 Tahun OK OCE Berjalan,...
Gerakan sosial OK OCE telah memasuki perjalanan ke 6 tahun. Dalam kegiatan syukuran perjalanan ini, Founder OK OCE -yang juga Menparekraf RI- Sandiaga Uno mengapresiasi OK OCE telah memiliki pengenalan di atas 66%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gerakan sosial OK OCE telah memasuki perjalanan ke 6 tahun. Dalam kegiatan syukuran perjalanan ini, Founder OK OCE -yang juga Menparekraf RI- Sandiaga Uno mengapresiasi OK OCE telah memiliki pengenalan di atas 66%, sehingga OK OCE sudah dikenal dari Sabang sampe Merauke.

“Saya ucapkan selamat kepada OK OCE, kalian adalah agen perubahan. Sukses ciptakan 1,4 juta lapangan kerja selama enam tahun. Jadi, mari semangat terus membantu langkah pemerintah Indonesia emas dengan membuka lapangan kerja baru untuk peningkatan ekonomi masyarakat," ungkap Sandi, saat Launching Pasar OK OCE dan Peringatan Ulang Tahun ke-6, Selasa (12/12/2022).

Baca Juga: Lahir di Jakarta & Diinisiasi Sandiaga, OK OCE Cetak 480.765 Wirausaha & Serap 1.469.937 Tenaga Kerja

Sandi juga memberikan tipsnya agar pelaku UMKM, khususnya OK OCE melaksanakan 3G, yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), Gaspol (Gapai Semua Potensi Lapangan Kerja).

Hadir pula dalam acara tersebut anak milenial dari Magang Merdeka, yang mana OK OCE merupakan mitra. “Kita juga mendorong anak-anak muda, seperti Magang Merdeka, karena 70% ekonomi kita akan didorong anak-anak muda yang masuk ke usia produktif," ungkapnya.

Sandi menceritakan, Elon Musk pernah menggambarkan bahwa kebiasaan yang bikin dirinya sukses adalah rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa keingintahuan tinggi inilah yang menjadikan Elon Musk menciptakan Tesla, Spacex hingga membeli Twitter.

“Teman-teman, jangan pernah berhenti berimajinasi, karena dengan kita kreatif akan menemukan hal yang baru untuk kehidupan kita. Hilangkan sekat di antara kita, ciptakan kolaborasi agar OK OCE terus kompak dan berkembang," ujarnya.

“Saya merinding saat disalami Presiden Amerika Joe Biden, beliau berbicara bahwa Indonesia memiliki Sumber Daya Alam, memiliki negeri yang indah, dan masyarakat yang ramah. Indonesia memiliki posisi kepemimpinan yang sangat megah," lanjutnya.

Sandi ingin ke depannya, OK OCE terus menekankan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. “Saya ucapkan selamat kepada OK OCE, kalian adalah agen perubahan. Jadi, mari semangat terus membantu langkah pemerintah indonesia emas dengan membuka lapangan kerja baru untuk peningkatan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Halal Bihalal dengan OK OCE, Sandiaga Uno Dorong UMKM Transformasi Digital Ciptakan Ekonomi Baru & Lapangan Kerja

Dalam peningkatan ekonomi tersebut, Indivara bersama OK OCE meluncurkan Aplikasi Pasar OK OCE, yang mana anggota UMKM bisa meningkatkan pendapatannya melalui pembelian bahan baku. Indra Uno mengapresiasi hadirnya Pasar OK OCE yang dinilai merupakan kolaborasi dalam meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi mengatakan, “Saya harap lewat Pasar OK OCE bisa jadi jalur silaturahmi para penggerak OK OCE yang ujungnya diharapkan dapat memperlancar rezeki."

Sementara itu, Group CEO Indivara Grup, Jusuf Syariffudin mengatakan, “Visi misi OK OCE menyentuh hati saya, maka dari itu saya senang kerja sama dengan OK OCE sekaligus sebuah kehormatan. Semoga kita semua penggerak dan UMKM bisa lebih bisa meraih keuntungan."

Jusuf juga menambahkan, UMKM memang banyak yang tidak melek digital, maka dari itu perlu penambahan sumber daya manusia yang millenial yang memiliki andil besar membantu para UMKM untuk melek digital dengan menjadikan usahanya banyak secara online.

Prediksi Ekonomi Gelap 2023

Dalam kegiatan tersebut, dihadirkan pula talkshow yang membahas prediksi ekonomi 2023. Hal ini penting untuk persiapan pelaku usaha.

Jusuf mengatakan, “Jika kita masuk 2023, namun kita tidak beruntung di momen perang, inflasi tinggi saya rasa kita perlu melakukan pendampingan dan edukasi agar para UMKM agar memiliki modal usaha maupun infratruktur yang kokoh. Secara garis besar tahun 2023 akan lebih sulit, akan tetapi kita harus hadapi."

Pasar OK OCE juga dapat mendata bagaimana pergerakan hasil yang dijual UMKM jual dalam aplikasi. Selain itu, UMKM akan diberikan akses pendanaaan dan data jumlah konsumen yang membeli.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Sandinomics, Alex Yahya Datuk menambahkan di bebarapa negara di dunia mengalami inflasi yang tinggi, namun inflasi di Indonesia per November 2022 cenderung stabil.

“Per tahun ini surplus perdagangan nasional, termasuk yang paling besar dibanding tahun sebelumnya."

"Hal tersebut berdasarkan data. Namun, anything can happen, semua bisa terjadi begitu saja, maka dari itu kita tidak boleh terlalu kendor dalam memahami kondisi perdagangan nasional."

Di tengah perbincangan kegelapan ekonomi dunia, Indonesia merupakan titik terang atau berpotensi untuk survive.
Alex menambahkan, para perintis usaha ataupun pengusaha yang mau bertahan, yaitu mengikuti training atau kegiatan yang dilakukan OK OCE di antaranya edukasi atau pendampingan. Jika mengikuti keputusan bisnis atau investasi jangan berdasarkan isu yang tidak valid, jadi ambil keputusan berdasarkan data.

“Tipsnya, jangan lupa untuk memonitor data dan informasi yang valid, seperti pemberitaan ekonomi maupun mengikuti pergerakan sosial yang aktif terkait UMKM," tambah Alex.

Sandiaga juga mengibaratkan, jika ekonomi gelap, maka UMKM harus menjadi penerang. “Caranya dengan berkolaborasi. Tekankan Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif," tutur Sandi.

Syukuran ke-6 tahun OK OCE juga dihadiri oleh narasumber lain seperti Elizabeth Ratu Rante Alo, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Erwita Dian, Erwita Dianti, Direktur Pemasaran Ekonomi kreatif, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, serta Komunitas Penggerak OK OCE yang tersebar di seluruh Indonesia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Prabowo: Daripada Bangun...
Prabowo: Daripada Bangun Kantor Baru, Lebih Baik Buat Program yang Ciptakan Lapangan Kerja
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Rekomendasi
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved