Dampingi Presiden Jokowi, Menko Airlangga Hadiri KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa
Kamis, 15 Desember 2022 - 11:03 WIB
loading...
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri melakukan pertemuan dalam KTT ASEAN-UE. Foto/KemenkoPerekonomian
A
A
A
JAKARTA - ASEAN -EU Commemorative Summit, KTT Peringatan 45 tahun hubungan ASEAN-Uni Eropa, telah diselenggarakan di Brussels, Belgia, Rabu kemarin (14/12/2022). Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam KTT tersebut memiliki arti penting mengingat Indonesia akan memegang Keketuaan ASEAN di tahun 2023.
Baca juga: Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-Uni Eropa: Harus Didasari Kesetaraan
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya kemitraan ASEAN dan Uni Eropa (UE) yang didasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, harus berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang inklusif. Dengan pembangunan yang inklusif dan bernilai tambah akan mendukung ketahan ekonomi dunia yang berkeadilan. Kemitraan yang dijalin antar-dua organisasi internasional terbesar di dunia ini juga harus membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan.
Di tengah melemahnya ekonomi global akibat dampak pandemi Covid-19 dan tensi geopolitik, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup baik dibandingkan dengan kawasan lain di dunia, sehingga kerja sama ekonomi tentu akan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar. Mengutip survei yang dilakukan oleh EU – ASEAN Business Council pada bulan September 2022 disebutkan bahwa 63% responden menyatakan kawasan ASEAN sebagai kawasan yang memberikan peluang ekonomi yang lebih besar, 69% responden berharap pasar ASEAN akan menjadi kawasan yang banyak meraup keuntungan secara global, dan 97% menginginkan UE untuk mempercepat perundingan FTA dengan negara-negara di kawasan ASEAN.
Indonesia juga mengharapkan dukungan dari Uni Eropa untuk agenda prioritas Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 dengan tema yang diusung “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Agenda prioritas Indonesia pada Keketuaan ASEAN 2023 antara lain recoveryrebuilding, digital transformation, dan sustainability. Agenda tersebut juga selaras dengan prioritas Uni Eropa terkait isu konektivitas, ekonomi digital, perubahan iklim, dan transportasi, ditambah lagi dengan concern Uni Eropa terhadap permasalahan krisis pangan dan krisis keuangan global.
Baca juga: Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-Uni Eropa: Harus Didasari Kesetaraan
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya kemitraan ASEAN dan Uni Eropa (UE) yang didasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, harus berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang inklusif. Dengan pembangunan yang inklusif dan bernilai tambah akan mendukung ketahan ekonomi dunia yang berkeadilan. Kemitraan yang dijalin antar-dua organisasi internasional terbesar di dunia ini juga harus membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan.
Di tengah melemahnya ekonomi global akibat dampak pandemi Covid-19 dan tensi geopolitik, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup baik dibandingkan dengan kawasan lain di dunia, sehingga kerja sama ekonomi tentu akan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar. Mengutip survei yang dilakukan oleh EU – ASEAN Business Council pada bulan September 2022 disebutkan bahwa 63% responden menyatakan kawasan ASEAN sebagai kawasan yang memberikan peluang ekonomi yang lebih besar, 69% responden berharap pasar ASEAN akan menjadi kawasan yang banyak meraup keuntungan secara global, dan 97% menginginkan UE untuk mempercepat perundingan FTA dengan negara-negara di kawasan ASEAN.
Indonesia juga mengharapkan dukungan dari Uni Eropa untuk agenda prioritas Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 dengan tema yang diusung “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Agenda prioritas Indonesia pada Keketuaan ASEAN 2023 antara lain recoveryrebuilding, digital transformation, dan sustainability. Agenda tersebut juga selaras dengan prioritas Uni Eropa terkait isu konektivitas, ekonomi digital, perubahan iklim, dan transportasi, ditambah lagi dengan concern Uni Eropa terhadap permasalahan krisis pangan dan krisis keuangan global.
Lihat Juga :