Kehilangan Pasokan Gas Rusia Memaksa Jerman Merogoh Kocek Rp 7.258 Triliun

Minggu, 18 Desember 2022 - 06:20 WIB
loading...
A A A
Rencana LNG Jerman

Pada bulan Maret, Menteri Ekonomi Robert Habeck menetapkan target menggantikan energi Rusia pada pertengahan 2024, meskipun banyak ekonom dan pelaku industri listrik percaya ini terlalu ambisius.

Misalnya Marcel Fratzscher, presiden Institut Penelitian Ekonomi Jerman, dan Markus Krebber, CEO produsen listrik terbesar Jerman RWE (RWEG.DE), menganggap hal itu akan terjadi tidak lebih cepat dari 2025. Dengan catatan hanya berhasil, apabila sumber alternatif ditemukan atau diperluas dengan cepat.

Menurutnya untuk LNG, juga ada gunung untuk didaki. Pasalnya, Jerman tidak memiliki infrastruktur LNG sendiri karena ketergantungannya untuk waktu lama pada gas Rusia. Jadi baru sekarang mereka mulai membangun kemampuan impor LNG-nya.

Saat ini, Jerman berencana mengandalkan enam terminal impor terapung sebagian bantuan mendiversifikasi pasokan gas, yang pertama akan tiba pada hari Kamis. Tiga lainnya dijadwalkan online musim dingin ini, dengan sisanya akan dikerahkan pada akhir 2023, sehingga total kapasitas menjadi setidaknya 29,5 bcm per tahun.

RWE, Uniper, dan rekan yang lebih kecil EnBW (EBKG.DE) telah berjanji untuk menjaga volume serta memastikan terminal berjalan dengan kapasitas penuh hingga akhir Maret 2024. Meskipun demikian, masih belum jelas dari mana volume itu akan berasal.

Jerman sejauh ini baru mencapai dua kesepakatan LNG perusahaan sejak penghentian total pasokan gas Rusia di musim panas. Di antaranya perjanjian jangka pendek untuk dua musim dingin berikutnya, menurut data dari ECFR.

Pertama adalah kontrak 1 bcm setahun antara Woodside dan Uniper Australia, yang sejak itu menjadi subjek bailout perusahaan terbesar yang pernah ada di Jerman. Yang kedua terjadi antara Abu Dhabi National Oil Company dan RWE, dimana mencakup pengiriman 137.000 meter kubik pada bulan Desember dan pengiriman lebih lanjut yang tidak ditentukan pada tahun 2023.

Uniper dan RWE mengatakan, mereka akan dapat memastikan pasokan lebih lanjut melalui portofolio LNG mereka, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Sementara EnBW mengatakan kontrak pasokan masih dikerjakan dan sedang mencari peluang di pasar.

Jadwal padat perjalanan Habeck dan Kanselir Olaf Scholz menunjukkan kesulitan dalam mengamankan kesepakatan jangka panjang utama, sehingga dapat menyapih Jerman dari pasar spot yang lebih mahal. Mereka telah melintasi dunia tahun ini untuk berburu volume tambahan, termasuk perjalanan ke Kanada, Qatar, dan Norwegia.

"Saya pikir Jerman telah melakukan apa pun yang bisa dilakukannya," kata Giovanni Sgaravatti, analis riset di think-tank Bruegel.

"Di pasar LNG, Jerman harus memulai dari awal, yang mana tidaklah mudah," terangnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
SKK Migas Buka Rekrutmen...
SKK Migas Buka Rekrutmen Besar-Besaran 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Berita Terkini
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved