Dukung Ekonomi Biru, KKP Integrasikan Sistem Pemantauan Perikanan

Jum'at, 23 Desember 2022 - 21:49 WIB
loading...
Dukung Ekonomi Biru,...
Pergerakan kapal penangkapan ikan akan dipantau secara terintegrasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) melakukan integrasi Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) guna mendukung implementasi program Ekonomi Biru . Salah satu program prioritas dalam mendukung program Ekonomi Biru yang menjadi andalan adalah kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota.

Baca juga: KKP Pastikan Pengelola Kepulauan Widi Belum Kantongi Izin Menteri Kelautan dan Perikanan

Melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) untuk mewujudkan pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab termasuk penanggulangan IUU Fishing, Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) terus melakukan pengembangan baik dari segi pemantauan dan pengawasan.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP, Pung Nugroho Saksono, mengatakan dengan adanya pengembangan tersebut, fungsi pelayanan, pemantauan, dan pengawasan kapal perikanan akan lebih transparan dan bersinergi.

"Sistem Aktivasi Lacak dan Monitor (SALMON) merupakan aplikasi sebagai wadah yang mengintegrasikan seluruh Aplikasi Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP)," jelas Nugroho dalam keterangan tertulis, Jumat (23/12/2022).

Dia menyebut, aplikasi itu terdiri dari 3 (tiga) produk layanan SPKP, yaitu penerbitan surat keterangan aktivasi transmiter (SKAT), pemberian akses pemantauan kapal perikanan, dan analisis pergerakan kapal perikanan.

"Kartu SKAT juga dikembangkan sebagai alat pengawasan operasional kapal perikanan dan melalui aplikasi SALMON yang telah terintegrasi," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Viral Pulau Umang Dijual...
Viral Pulau Umang Dijual Rp65 Miliar di Medsos, KKP Buka Suara
Dukung Giant Sea Wall,...
Dukung Giant Sea Wall, Kemendiktisaintek Akan Bentuk Satgas Khusus
KKP Gandeng Masyarakat...
KKP Gandeng Masyarakat Pesisir Lindungi Ekosistem Laut
Momen Haru Anak Korban...
Momen Haru Anak Korban Pesawat ATR Bacakan Puisi dan Doakan Jenazah Ayahnya
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved