Meneropong Masa-masa Indah Terakhir dan Titik Balik Perpisahan dengan Batu Bara
Senin, 26 Desember 2022 - 21:44 WIB
loading...
International Energy Agency (IEA) baru-baru ini merilis laporan Coal 2022 yang menyoroti tantangan global yang sangat kompleks dalam bertransisi dari energi batu bara ke energi bersih. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - International Energy Agency (IEA) baru-baru ini merilis laporan Coal 2022 yang menyoroti tantangan global yang sangat kompleks dalam bertransisi dari energi batu bara ke energi bersih . Laporan ini juga menganalisis dampak strategi Indonesia sebagai produsen terbesar ketiga di dunia yang berencana terus memperluas produksi batu baranya.
Baca Juga: Pembentukan BLU Batu Bara Hadapi Jalan Membara
Pada tahun ini pula, berdasarkan temuan laporan itu, penggunaan batu bara meningkat, tetapi tetap terkendali karena penggunaan energi terbarukan yang masif. Laporan ini juga menyoroti lanskap energi global yang terus bergerak mendekati puncak penggunaan bahan bakar fosil dan ke depan sebagian besar pertumbuhan akan berasal dari energi terbarukan . Batu bara akan menjadi sumber energi yang pertama menurun.
“Masa puncak penggunaan batu bara diproyeksikan semakin dekat. Ini dipercepat oleh beberapa faktor pendorong seperti penguatan komitmen iklim, volatilitas harga batu bara, geopolitik, krisis rantai pasokan global, dan keterjangkauan energi terbarukan. Kondisi ini akan menurunkan permintaan batu bara pada masa depan secara drastis, termasuk di negara berkembang,” ujar Peneliti dan Manajer Program Trend Asia, Andri Prasetiyo.
Menurutnya, temuan laporan ini seharusnya menjadi sinyal positif bagi pemerintah untuk segera serius mengambil langkah transisi energi dan menerapkan kebijakan-kebijakan strategis.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin di Eropa, Permintaan Batu Bara RI Meningkat
Baca Juga: Pembentukan BLU Batu Bara Hadapi Jalan Membara
Pada tahun ini pula, berdasarkan temuan laporan itu, penggunaan batu bara meningkat, tetapi tetap terkendali karena penggunaan energi terbarukan yang masif. Laporan ini juga menyoroti lanskap energi global yang terus bergerak mendekati puncak penggunaan bahan bakar fosil dan ke depan sebagian besar pertumbuhan akan berasal dari energi terbarukan . Batu bara akan menjadi sumber energi yang pertama menurun.
“Masa puncak penggunaan batu bara diproyeksikan semakin dekat. Ini dipercepat oleh beberapa faktor pendorong seperti penguatan komitmen iklim, volatilitas harga batu bara, geopolitik, krisis rantai pasokan global, dan keterjangkauan energi terbarukan. Kondisi ini akan menurunkan permintaan batu bara pada masa depan secara drastis, termasuk di negara berkembang,” ujar Peneliti dan Manajer Program Trend Asia, Andri Prasetiyo.
Menurutnya, temuan laporan ini seharusnya menjadi sinyal positif bagi pemerintah untuk segera serius mengambil langkah transisi energi dan menerapkan kebijakan-kebijakan strategis.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin di Eropa, Permintaan Batu Bara RI Meningkat
Lihat Juga :