Kaleidoskop 2022: Perbankan Kian Menawan, Laba Terus Menanjak
Rabu, 28 Desember 2022 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Secara keseluruhan, bank-bank besar mengalami peningkatan dalam kualitas aset mereka dengan pinjaman berisiko (LAR) agregat (termasuk Covid) mencapai 16% di kuartal III tahun 2022. BBRI dan BMRI melaporkan perbaikan LAR tertinggi sebesar 630bp yoy di 3Q22. BBCA memiliki cakupan LAR tertinggi 50% tetapi bank BUMN tidak jauh dari 43-45%.
Kinerja perbankan di kuartal IV 2022 diproyeksikan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Mengingat, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini ditargetkan tumbuh sebesar 5% secara full year daripada tahun sebelumnya yang berkisar 3%.
Bukan hanya sampai akhir tahun 2022 ini, pada 2023 nanti, emiten perbankan diproyeksikan bakal tetap menunjukkan kinerja solid lantaran ditopang katalis positif berupa tahun politik yang akan berimbas baik bagi perekonomian nasional.
Di sisi lain OJK terus mencermati sekaligus memitigasi potensi risiko yang dapat memberikan dampak terhadap kinerja Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) di tengah kinerja saat ini yang resilien.
Meningkatnya tren kenaikan suku bunga acuan bank sentral utama global yang disertai dengan quantitative tightening, penguatan Dolar AS (USD), serta volatilitas harga komoditas ke depan berpotensi memengaruhi kinerja LJK baik dari sisi portofolio investasi yang dimiliki, likuiditas, risiko kredit, maupun fungsi intermediasi.
Dalam rangka menjaga SSK di tengah meningkatnya risiko eksternal, OJK akan proaktif memperkuat kebijakan prudensial di sektor jasa keuangan dalam menjaga stabilitas industri jasa keuangan.
Kinerja perbankan di kuartal IV 2022 diproyeksikan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Mengingat, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini ditargetkan tumbuh sebesar 5% secara full year daripada tahun sebelumnya yang berkisar 3%.
Bukan hanya sampai akhir tahun 2022 ini, pada 2023 nanti, emiten perbankan diproyeksikan bakal tetap menunjukkan kinerja solid lantaran ditopang katalis positif berupa tahun politik yang akan berimbas baik bagi perekonomian nasional.
Di sisi lain OJK terus mencermati sekaligus memitigasi potensi risiko yang dapat memberikan dampak terhadap kinerja Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) di tengah kinerja saat ini yang resilien.
Meningkatnya tren kenaikan suku bunga acuan bank sentral utama global yang disertai dengan quantitative tightening, penguatan Dolar AS (USD), serta volatilitas harga komoditas ke depan berpotensi memengaruhi kinerja LJK baik dari sisi portofolio investasi yang dimiliki, likuiditas, risiko kredit, maupun fungsi intermediasi.
Dalam rangka menjaga SSK di tengah meningkatnya risiko eksternal, OJK akan proaktif memperkuat kebijakan prudensial di sektor jasa keuangan dalam menjaga stabilitas industri jasa keuangan.
(akr)
Lihat Juga :