Kaleidoskop 2022: Perbankan Kian Menawan, Laba Terus Menanjak
Rabu, 28 Desember 2022 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Laba bersih empat bank besar itu mencapai Rp113 triliun pada sembilan bulan di 2022 atau naik 63% (yoy) dan tumbuh 8% qoq. Dari ke-empat Big Bank, BRI membukukan pertumbuhan laba terkuat di kuartal III/2022, sedangkan Bank Mandiri, Tbk (BMRI) terkuat di pendapatan bunga bersih (NII) dan laba operasional sebelum pencadangan/provisi (PPOP).
BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 39,15 triliun. Capain tersebut melesat 103,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebear Rp 19,25 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (16/11), pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 16,3% secara tahunan dari Rp 82,95 triliun menjadi Rp 96,5 triliun.
Total aset yang dimiliki BBRI secara konsolidasi naik dari Rp 1.678,09 triliun pada posisi 31 Desember 2021 menjadi Rp 1.684,6 triliun hingga akhir September 2022. Kredit perseroan mencapai mencapai Rp 1,054,7 triliun.
Sedangkan Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi hingga Kuartal III 2022 sebesar Rp 30,7 triliun. Angka ini tumbuh 59,4% secara tahunan (year on year/yoy).
Selanjutnya BNI membukukan laba bersih sebesar Rp 13,7 triliun sampai dengan Kuartal III 2022. Capaian ini tumbuh 76,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Catatan laba bersih cukup tinggi sepanjang sembilan bulan pertama 2022 juga ditorehkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Per September 2022, BCA membukukan laba bersih Rp 29 triliun atau tumbuh 24,8% secara tahunan (year on year/YoY).
Sedangkan pendapatan operasional BCA hanya tumbuh 8,9% YoY menjadi Rp 62,7 triliun yang terdiri dari pendapatan bunga bersih Rp 46,07 triliun atau naik 9,3% YoY dan pendapatan non bunga Rp 16,6 triliun atau meningkat 7,8% YoY.
BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 39,15 triliun. Capain tersebut melesat 103,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebear Rp 19,25 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (16/11), pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 16,3% secara tahunan dari Rp 82,95 triliun menjadi Rp 96,5 triliun.
Total aset yang dimiliki BBRI secara konsolidasi naik dari Rp 1.678,09 triliun pada posisi 31 Desember 2021 menjadi Rp 1.684,6 triliun hingga akhir September 2022. Kredit perseroan mencapai mencapai Rp 1,054,7 triliun.
Sedangkan Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi hingga Kuartal III 2022 sebesar Rp 30,7 triliun. Angka ini tumbuh 59,4% secara tahunan (year on year/yoy).
Selanjutnya BNI membukukan laba bersih sebesar Rp 13,7 triliun sampai dengan Kuartal III 2022. Capaian ini tumbuh 76,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Catatan laba bersih cukup tinggi sepanjang sembilan bulan pertama 2022 juga ditorehkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Per September 2022, BCA membukukan laba bersih Rp 29 triliun atau tumbuh 24,8% secara tahunan (year on year/YoY).
Sedangkan pendapatan operasional BCA hanya tumbuh 8,9% YoY menjadi Rp 62,7 triliun yang terdiri dari pendapatan bunga bersih Rp 46,07 triliun atau naik 9,3% YoY dan pendapatan non bunga Rp 16,6 triliun atau meningkat 7,8% YoY.
Lihat Juga :