Kaleidoskop 2022: Perbankan Kian Menawan, Laba Terus Menanjak
Rabu, 28 Desember 2022 - 21:55 WIB
loading...
Perbankan di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2022, seiring dengan kredit perbankan yang tumbuh sebesar 11,95% secara yoy. Selain itu laba bersih empat bank besar di Indonesia juga semakin moncer. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perbankan di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2022, seiring dengan kredit perbankan pada Oktober 2022 yang tumbuh sebesar 11,95% secara yoy. Selain itu laba bersih empat bank besar di Indonesia juga semakin moncer.
Pertumbuhan kredit utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 13,65% yoy. Adapun secara mtm, nominal kredit perbankan naik sebesar Rp 58,61 triliun menjadi Rp 6.333,51 triliun.
Baca Juga: Kaleidoskop Bursa Saham: Jelang Akhir Tahun IHSG Terdepak dari Zona 7.000
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2022 tercatat naik 9,41% yoy menjadi Rp 7.927 triliun, meningkat dari laju pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,77% yoy. Dimana utamanya didorong peningkatan giro.
Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 130,17% (September 2022: 121,62 persen) dan 29,46% (September 2022: 27,35 persen), jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.
Risiko kredit melanjutkan penurunan dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,78% (NPL gross: 2,72%). Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp5,57 triliun menjadi Rp 514,07 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,55 juta nasabah (September 2022: 2,63 juta nasabah).
Sementara itu laba bersih empat bank besar dalam negeri terus moncer. Empat bank besar penggerak IHSG yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja positif.
Baca Juga: Kaleidoskop 2022: Siklus Komoditas Berubah Terdampak Perang Rusia Ukraina
Pertumbuhan kredit utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 13,65% yoy. Adapun secara mtm, nominal kredit perbankan naik sebesar Rp 58,61 triliun menjadi Rp 6.333,51 triliun.
Baca Juga: Kaleidoskop Bursa Saham: Jelang Akhir Tahun IHSG Terdepak dari Zona 7.000
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2022 tercatat naik 9,41% yoy menjadi Rp 7.927 triliun, meningkat dari laju pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,77% yoy. Dimana utamanya didorong peningkatan giro.
Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 130,17% (September 2022: 121,62 persen) dan 29,46% (September 2022: 27,35 persen), jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.
Risiko kredit melanjutkan penurunan dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,78% (NPL gross: 2,72%). Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp5,57 triliun menjadi Rp 514,07 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,55 juta nasabah (September 2022: 2,63 juta nasabah).
Sementara itu laba bersih empat bank besar dalam negeri terus moncer. Empat bank besar penggerak IHSG yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja positif.
Baca Juga: Kaleidoskop 2022: Siklus Komoditas Berubah Terdampak Perang Rusia Ukraina
Lihat Juga :