Perlakuan Khusus ke TKA Asal China Bisa Jadi Bumerang

Minggu, 12 Juli 2020 - 16:16 WIB
loading...
Perlakuan Khusus ke...
Para pencari kerja. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Beragam masalah seketika bermunculan seiring sejalan dengan penyebaran pandemi Covid-19. Namun ada satu masalah yang sejak awalnya sudah kompleks lalu kini semakin runyam setelah kehebohan berita pandemi mulai menurun. Nama masalahnya adalah ketenagakerjaan . Jangankan menemukan solusi, merunutkan masalahnya saja sungguh sukar.

Problematika ketenagakerjaan yang paling sering digunakan adalah lemahnya daya saing. Mudah diucapkan tapi penjabarannya akan sangat panjang, penuh perdebatan, dan tarik-menarik kepentingan. Penggunaan tenaga kerja asing khususnya asal Tiongkok kerap dimunculkan menjadi isu hangat. Namun solusi untuk menyelesaikan kelemahan para pekerja lokal juga tidak kunjung ditemukan.

Bahkan di masa pandemi ini kabar TKA semakin negatif karena dikhawatirkan menjadi pembawa virus dari negara asalnya. Terakhir mencuat berita Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang dipanggil oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pasalnya Ida memperjuangkan agar investasi yang masuk ke Indonesia lebih serius mengembangkan kemampuan SDM di Tanah Air.

Sikap Menteri Ida sangat sejalan dengan pendapat pengamat ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira. Menurut Bhima, permasalahan utama yang harus dibereskan terletak pada screening investasi yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, proses seleksi investasi yang berorientasi kepentingan nasional Indonesia masih terhitung lemah.

"Sebaiknya diperketat pengawasan di awal. Bila ada investasi yang mau masuk, pastikan berapa banyak kebutuhan TKA-nya. Apa benar tidak ada tenaga kerja lokal yang keahliannya setara dengan TKA tersebut," ujar Bhima saat dihubungi. ( Baca juga:Menaker Ida: Corona Masih Ada, Pekerja dan Masyarakat Diminta Waspada )

Dia mencurigai ada cara berpikir yang aneh, karena jumlah tenaga kerja yang ada di Indonesia mencapai 137 juta orang. Bahkan untuk keahlian tertentu seperti di sektor konstruksi dan pertambangan, sudah sangat umum bila SDM Indonesia banyak yang dipekerjakan oleh perusahaan internasional.

"Kenapa tidak mendahulukan SDM yang ada di dalam negeri saja," ujarnya.

Kemudian juga dia menilai harus ada jaminan TKA yang datang mesti memiliki keahlian. Ini pun juga perlu diperketat, bahkan harus memiliki validasi. Dia mengkhawatirkan ada beberapa temuan TKA di perusahaan pengolahan nikel ternyata memiliki keahlian yang rendah.

"Ini masalah serius. Bagaimana cara pemerintah memverifikasi persyaratan selama ini sehingga benar-benar keahlian TKA yang masuk memang tidak ada di Indonesia," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Arus Deras Investasi...
Arus Deras Investasi China, KEK Batang Digadang-gadang Jadi Primadona Industri Nasional
Buka Peluang Kerja Sama...
Buka Peluang Kerja Sama Investasi, Formas Menjaring Ribuan Investor China
Perebutan Harta Karun...
Perebutan Harta Karun Tanah Jarang Makin Panas, Greenland Melirik Investasi China
2 MoU Indonesia-China...
2 MoU Indonesia-China Berpotensi Gaet Investasi Rp81,5 T dan Buka 15 Ribu Lapangan Kerja
Investor China Tanam...
Investor China Tanam Investasi Rp4,8 Triliun Kembangkan Industri Sarung Tangan
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Tukang Sapu TKA China...
Tukang Sapu TKA China di PT IMIP Digaji Rp18,7 Juta per Bulan
Dorong Anak Muda Nikah,...
Dorong Anak Muda Nikah, China Beri Voucer Senilai Rp2,3 Juta bagi Pengantin Baru
Rekomendasi
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved