Ada Panen Raya, Mendag Pastikan Impor Beras Disetop Akhir Februari

Senin, 02 Januari 2023 - 18:47 WIB
loading...
Ada Panen Raya, Mendag...
Beras impor asal Vietnam tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan impor beras yang dilakukan sejak akhir tahun lalu akan dihentikan jelang musim panen raya pada Maret-April mendatang. Menurut dia, kebijakan impor beras sebanyak 500.000 ton boleh dilakukan maksimal hingga bulan depan.

"Saya sudah memberi warning karena nanti Maret akan ada panen raya maka Februari tidak boleh lagi (impor beras)," kata Mendag Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, saat konferensi pers awal tahun, Senin (2/1/2023).

Sebelumnya, Zulhas mengaku bahwa sebenarnya dirinya tidak setuju ada impor beras. Sebab, berdasar informasi yang diperoleh dari Kementerian Pertanian, data beras surplus. Namun, setelah digelar rapat terbatas, pihak Perum Bulog menyebut bahwa fakta di lapangan beras tidak ada atau sulit didapat.

Untuk itu, dalam rapat yang dipimpin langsung oleh presiden Joko Widodo, pemerintah memutuskan impor beras guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Kami tidak setuju, jangan dibilang kami tukang impor, tukang impor terus, kami tidak setuju. Beras ini kami tidak setuju (impor) karena Menteri Pertanian mengatakan surplus tetapi beberapa kali Bulog mengatakan beras habis," beber politisi PAN itu.

Baca juga: Pakai Data Satelit, Produksi Beras Diyakini Surplus

Selanjutnya, Mendag menyampaikan bahwa hingga Desember 2022 jumlah beras yang sudah masuk ke Perum Bulog mencapai 200.000 ton dari total kuota impor yang diberikan sebanyak 500.000 ton.

Selisihnya, yakni 300.000 ton akan diteruskan pada Januari 2023 dan diharapkan sudah tuntas pada akhir Februari 2023. "Paling tidak akhir Februari sudah tidak boleh impor lagi karena Maret itu (bagiannya) petani," tandasnya.

Zulhas menambahkan, meskipun beras impor masih berdatangan, petani tak perlu khawatir. Pasalnya, kini petani boleh memberikan harga tinggi kepada Bulog.

Baca juga: Ini Penyebab Rendahnya Serapan Beras oleh Bulog hingga Harus Impor

Semula petani hanya boleh memberikan harga paling tinggi Rp8.800 per kilogram (kg) beras. Namun kini, harga tersebut menjadi harga yang terendah.

"Petani kita tidak perlu khawatir karena sekarang boleh memberi harga yang tinggi. Kalau kemarin harga membeli itu paling tinggi Rp8.800 sekarang tidak, diubah. (Bulog) membeli paling rendah Rp8.800 jadi bisa lebih dari itu, Rp9.000, Rp10.000, atau Rp10.500," urainya. "Begitu juga gabah paling murah Rp4.450, jadi bisa beli seharga Rp4.500, Rp5.000, Rp6.000," tutup mantan Ketua MPR itu.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Prabowo Panen Raya Udang...
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved