Perry Warjiyo: BI Sudah Suntik Likuiditas Rp614,8 Triliun
Senin, 29 Juni 2020 - 19:15 WIB
loading...
Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, telah menyalurkan likuiditas (quantitative easing/QE) Rp614,8 triliun sebagai langkah pelonggaran moneter. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus menjaga likuiditas perbankan dengan berkoordinasi bersama pemerintah untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemulihan ekonomi nasional (PEN). Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, telah menyalurkan likuiditas (quantitative easing/QE) Rp614,8 triliun sebagai langkah pelonggaran moneter.
"Jadi kami laporkan sudah melakukan quantitative easing (QE) Rp614,8 triliun. Dan langkah koordinasi ini bisa memulihkan ekonomi," ujar Perry di Jakarta, Senin (29/6/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Memperpanjang Jangka Waktu Penempatan Dana ke Himbara )
Dia menjelaskan, injeksi likuiditas ini mendorong efektivitas stimulus dari pemerintah melalui insentif industri dan pemulihan ekonomi yang akan mendorong konsumsi masyarakat, produksi, lalu investasi dunia usaha baik bagi UMKM dan korporasi.
"Dan sampai hari ini kami melaporkan dengan mekanisme yang sudah disampaikan dengan ibu Menkeu, kupon SBN yang semula diperkirakan Rp67 triliun dengan mekanisme bisa turun jadi Rp 50 triliun," katanya.
"Jadi kami laporkan sudah melakukan quantitative easing (QE) Rp614,8 triliun. Dan langkah koordinasi ini bisa memulihkan ekonomi," ujar Perry di Jakarta, Senin (29/6/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Memperpanjang Jangka Waktu Penempatan Dana ke Himbara )
Dia menjelaskan, injeksi likuiditas ini mendorong efektivitas stimulus dari pemerintah melalui insentif industri dan pemulihan ekonomi yang akan mendorong konsumsi masyarakat, produksi, lalu investasi dunia usaha baik bagi UMKM dan korporasi.
"Dan sampai hari ini kami melaporkan dengan mekanisme yang sudah disampaikan dengan ibu Menkeu, kupon SBN yang semula diperkirakan Rp67 triliun dengan mekanisme bisa turun jadi Rp 50 triliun," katanya.
Lihat Juga :