Kisah Arief, dari Toko Kelontong Bisa Wujudkan Mimpi Jadi Kontraktor
Senin, 09 Januari 2023 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah toko saya ubah, langsung naik omzet. Bahkan sekarang, mitra yang langsung datang ke saya, menawarkan kerja sama, sampai saya bingung harus memilih mana yang bisa saya jadikan mitra. Ha-ha-ha,” katanya sambil tertawa.
Pada 2013, ia melengkapi tokonya dengan layanan transaksi perbankan melalui kemitraan dengan salah satu bank BUMN. Konsumen bisa melakukan transfer atau menarik uang serta melakukan berbagai transaksi pembayaran. Di Kabupaten Gowa, kata Arief, SRC Sederhana menempati peringkat pertama untuk nominal transaksi per bulan yang angkanya bisa mencapai Rp20 miliar.
Layanan ini tak hanya dilakukan secara luring di toko langsung, tapi juga bisa melalui daring. Arief mengatakan, ia memasukkan layanan pembelian token, pulsa ponsel, dan lain-lain di akun SRC Sederhana yang ada di ekosistem digital AYO SRC sebagai dukungan digitalisasi bagi UMKM toko kelontong.
“Jadi SRC ini juga sudah menyediakan aplikasi. Saling mendukung semuanya, orang belanja bisa sambil transaksi di aplikasi AYO SRC,” kata dia.
Di SRC, para anggotanya juga bermitra dan saling mendukung untuk menjadi lebih baik. Pertemuan rutin selalu diadakan sebagai ajang silaturahim dan berbagi ilmu.
Berkat bimbingan SRC serta kerja keras, kini Arief sudah mempekerjakan 20 karyawan untuk semua lini bisnisnya. Ia bersyukur, berawal dari toko kelontong, bisnisnya kian berkembang dan bisa membuka pintu rezeki buat orang lain. Kepada mereka yang sedang membangun usaha, Arief berpesan, agar mencintai apa pun pekerjaan dan bisnis yang sedang ditekuni.
“Kalau pekerjaan sudah dicintai, kita rawat, kita urus, dan paling penting jangan takut gagal. Ketika ada kesempatan pertama untuk sukses, lakukan!” kata Arief.
Pada 2013, ia melengkapi tokonya dengan layanan transaksi perbankan melalui kemitraan dengan salah satu bank BUMN. Konsumen bisa melakukan transfer atau menarik uang serta melakukan berbagai transaksi pembayaran. Di Kabupaten Gowa, kata Arief, SRC Sederhana menempati peringkat pertama untuk nominal transaksi per bulan yang angkanya bisa mencapai Rp20 miliar.
Layanan ini tak hanya dilakukan secara luring di toko langsung, tapi juga bisa melalui daring. Arief mengatakan, ia memasukkan layanan pembelian token, pulsa ponsel, dan lain-lain di akun SRC Sederhana yang ada di ekosistem digital AYO SRC sebagai dukungan digitalisasi bagi UMKM toko kelontong.
“Jadi SRC ini juga sudah menyediakan aplikasi. Saling mendukung semuanya, orang belanja bisa sambil transaksi di aplikasi AYO SRC,” kata dia.
Di SRC, para anggotanya juga bermitra dan saling mendukung untuk menjadi lebih baik. Pertemuan rutin selalu diadakan sebagai ajang silaturahim dan berbagi ilmu.
Berkat bimbingan SRC serta kerja keras, kini Arief sudah mempekerjakan 20 karyawan untuk semua lini bisnisnya. Ia bersyukur, berawal dari toko kelontong, bisnisnya kian berkembang dan bisa membuka pintu rezeki buat orang lain. Kepada mereka yang sedang membangun usaha, Arief berpesan, agar mencintai apa pun pekerjaan dan bisnis yang sedang ditekuni.
“Kalau pekerjaan sudah dicintai, kita rawat, kita urus, dan paling penting jangan takut gagal. Ketika ada kesempatan pertama untuk sukses, lakukan!” kata Arief.
(unt)
Lihat Juga :