10 Kebangkrutan Raksasa Ritel Amerika Serikat dalam 5 Tahun Terakhir
Rabu, 11 Januari 2023 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Mereka tidak menghasilkan keuntungan sejak 2011 dan tetap bertahan selama bertahun-tahun berkat miliaran dolar yang disediakan oleh CEO miliardernya Eddie Lampert. Pada akhirnya, Ia menyerah karena ketatnya persaingan ritel usai hadirnya raksasa seperti Walmart.
3. JC Penney
Aset: USD 7.99 miliar
Kewajiban: USD 7.16 miliar
Toko: 846
Setelah lebih dari satu abad bergelut dalam bisnis ini, jaringan department store mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Mei 2020. Kondisi perusahaan semakin sulit karena terbebani oleh utang yang meningkat.
Setelah berbulan-bulan di bawah ancaman kebangkrutan, perusahaan menghindari likuidasi, setelah hakim AS memutuskan pada November 2020 untuk membiarkannya berlanjut di bawah pemilik baru Simon Property Group dan Brookfield Asset Management dalam upaya untuk menyelamatkan lebih dari 60.000 pekerjaan.
4. Toys "R" Us
Aset: USD 1 miliar- USD 10 miliar
Kewajiban: USD 8.07 miliar
Toko: lebih dari 1.600
Jaringan toko mainan terbesar AS dan pemilik Babies "R" Us, mengajukan perlindungan kebangkrutan pada akhir 2017, usai terbebani tumpukan utang sebesar USD 2,5 miliar. Pada saat itu kebangkrutan Toys "R" Us menjadi keruntuhan terbesar peritel AS sejak Kmart pada tahun 2002.
5. Neiman Marcus
Aset: USD 7.55 miliar
Kewajiban: USD 6.79 miliar
Toko: Hampir 70
Jaringan department store mewah asal AS ini terlilit utang setelah pengambilalihan ekuitas swasta hingga akhirnya mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Mei 2020.
CEO dari peritel yang sudah berusia hampir 113 tahun itu menyalahkan, pandemi sebagai gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan itu setelah restrukturisasi yang dilakukan menghilangkan utang lebih dari USD 4 miliar.
6. J. Crew Group Inc
Aset: USD 1.59 miliar
Kewajiban: USD 2.95 miliar
Toko: 491
3. JC Penney
Aset: USD 7.99 miliar
Kewajiban: USD 7.16 miliar
Toko: 846
Setelah lebih dari satu abad bergelut dalam bisnis ini, jaringan department store mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Mei 2020. Kondisi perusahaan semakin sulit karena terbebani oleh utang yang meningkat.
Setelah berbulan-bulan di bawah ancaman kebangkrutan, perusahaan menghindari likuidasi, setelah hakim AS memutuskan pada November 2020 untuk membiarkannya berlanjut di bawah pemilik baru Simon Property Group dan Brookfield Asset Management dalam upaya untuk menyelamatkan lebih dari 60.000 pekerjaan.
4. Toys "R" Us
Aset: USD 1 miliar- USD 10 miliar
Kewajiban: USD 8.07 miliar
Toko: lebih dari 1.600
Jaringan toko mainan terbesar AS dan pemilik Babies "R" Us, mengajukan perlindungan kebangkrutan pada akhir 2017, usai terbebani tumpukan utang sebesar USD 2,5 miliar. Pada saat itu kebangkrutan Toys "R" Us menjadi keruntuhan terbesar peritel AS sejak Kmart pada tahun 2002.
5. Neiman Marcus
Aset: USD 7.55 miliar
Kewajiban: USD 6.79 miliar
Toko: Hampir 70
Jaringan department store mewah asal AS ini terlilit utang setelah pengambilalihan ekuitas swasta hingga akhirnya mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Mei 2020.

CEO dari peritel yang sudah berusia hampir 113 tahun itu menyalahkan, pandemi sebagai gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan itu setelah restrukturisasi yang dilakukan menghilangkan utang lebih dari USD 4 miliar.
6. J. Crew Group Inc
Aset: USD 1.59 miliar
Kewajiban: USD 2.95 miliar
Toko: 491
Lihat Juga :