Hingga Maret 2020, Restrukturisasi Kredit BRI Capai Rp176,6 Triliun
Senin, 13 Juli 2020 - 15:46 WIB
loading...
BRI hingga akhir Maret 2020 telah merstrukturisasi kredit 2,9 juta nasabah UMKM dengan nilai kredit mencapai Rp176,6 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menegaskan komitmennya untuk melakukan restrukturisasi dan menyelamatkan usaha mikro, kecil dan menengah akibat dampak dari pandemi COVID-19.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, salah satu upaya nyata perseroan terhadap penyelamatan UMKM adalah dengan melakukan restrukturisasi, dimana sejak 13 Maret hingga 30 Juni 2020 BRI sudah melakukan restrukturisasi 2,9 juta nasabah UMKM dan nilai kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp176,6 triliun.
"Saat ini yang penting adalah selamat, sekarang orientasi BRI adalah restrukturisasi UMKM dulu, dan BRI berupaya agar sektor riil ini jangan sampai mati. Karena kalau UMKM mati, maka bank akan ikut mati juga. Maka kemudian kita sekarang harus sharing pain dan sakit ini kita tanggung bareng, sakit ini kita tanggung bersama untuk kemudian kita hidup bareng bareng dan sembuh bareng bareng," ujar Sunarso dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/7/2020).
Sunarso menjelaskan bahwa pada krisis-krisis yang terjadi sebelumnya, sektor yang paling terdampak adalah korporasi besar, berbeda dengan kondisi saat ini dimana seluruh sektor termasuk UMKM merasakan krisis yang terjadi. "Tetapi beruntungnya adalah, krisis demi krisis industri perbankan di Indonesia makin siap dan makin sigap risk managementnya," jelasnya.
(Baca Juga: Sinergi dengan BRI, Askrindo dan Jamkrindo Jamin Kredit UMKM)
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, salah satu upaya nyata perseroan terhadap penyelamatan UMKM adalah dengan melakukan restrukturisasi, dimana sejak 13 Maret hingga 30 Juni 2020 BRI sudah melakukan restrukturisasi 2,9 juta nasabah UMKM dan nilai kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp176,6 triliun.
"Saat ini yang penting adalah selamat, sekarang orientasi BRI adalah restrukturisasi UMKM dulu, dan BRI berupaya agar sektor riil ini jangan sampai mati. Karena kalau UMKM mati, maka bank akan ikut mati juga. Maka kemudian kita sekarang harus sharing pain dan sakit ini kita tanggung bareng, sakit ini kita tanggung bersama untuk kemudian kita hidup bareng bareng dan sembuh bareng bareng," ujar Sunarso dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/7/2020).
Sunarso menjelaskan bahwa pada krisis-krisis yang terjadi sebelumnya, sektor yang paling terdampak adalah korporasi besar, berbeda dengan kondisi saat ini dimana seluruh sektor termasuk UMKM merasakan krisis yang terjadi. "Tetapi beruntungnya adalah, krisis demi krisis industri perbankan di Indonesia makin siap dan makin sigap risk managementnya," jelasnya.
(Baca Juga: Sinergi dengan BRI, Askrindo dan Jamkrindo Jamin Kredit UMKM)
Lihat Juga :