Wall Street Ditutup Variatif Saat Saham Apple Tumbang

Jum'at, 13 Mei 2016 - 08:51 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Variatif Saat Saham Apple Tumbang
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street berakhir variatif pada perdagangan kemarin waktu setempat saat saham Apple tumbang ke posisi terendah dalam dua tahun. Indeks S&P dan Dow Jones sempat bergerak naik turun antara keuntungan dan kerugian sebelum akhirnya ditutup cenderung mendatar.

Dilansir Reuters, Jumat (13/5/2016) membaiknya beberapa saham telekomunikasi dan konsumen menjadi penolong untuk pasar saham Amerika Serikat (AS) agar tidak jatuh terlalu dalam. Kenaikan terbesar dialami saham Microsoft sebesar 0,90% untuk jadi dukungan terbesar buat indeks S & P 500.

Kemerosotan justru dialami Apple Inc (AAPL.O) dan menjadi sentimen negatif untuk tiga indeks dimana saham mereka merosot 2,35% menjadi USD90.34. Posisi ini menjadi yang terendah sejak Juni 2014 lalu, seiring terjadinya penurunan permintaan terhadap produk iPhone.

Reli sempat terjadi pada indeks S & P 500 dari posisi terendah sejak Februari dalam dua pekan terakhir di tengah laporan perusahaan dan data ekonomi. Indeks sepanjang tahun ini tercatat masih berada di tren positif lewat kenaikan 1%.

Sebelumnya dua pejabat Bank Sentral AS (The Fed) menerangkan harus ada kenaikan suku bunga acuan (Fed rate) apabila data tidak menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi. "Saya tidak melihat keyakinan apapun dari pembeli dan penjual pada momen ini. Ekonomi melambat sehingga saham juga mengalami hal sama," jelas Kepala Greentree Brokerage Services Warren West.

Indeks Dow Jones industrial average tercatat kemarin ditutup naik 0,05% lebih tinggi di level 17.720,5, sedangkan indeks S & P 500 (SPX) berakhir turun 0,02% pada posisi 2.064,11. Penurunan saham Apple juga membuat komposit Nasdaq jatuh 0,49% menjadi 4.737,33.

Tujuh dari 10 sektor utama S & P 500 tercatat berakhir lebih tinggi, dipimpin oleh sektor telekomunikasi yang bertambah 0,72%. Sementara sektor kesehatan kehilangan 0,58 % dengan saham Allergan (AGN.N) turun 3%.

Pendapatan kuartal pertama untuk perusahaan dalam S & P 500 sebagian besar telah melewati prediksi analis yang diperkirakan melemah 5,4% dibandingkan tahun lalu, menurut data Thomson Reuters. Sekitar 7,2 miliar saham berpindah tangan pada perdagangan pasar saham AS kemarin, menyamai rata-rata harian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
7 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
8 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
9 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
9 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
9 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
9 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved