Wapres Mengingatkan Krisis Biasanya Menandai Perubahan dan Pembaruan
Rabu, 07 September 2022 - 13:32 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman mengarungi berbagai jenis krisis ekonomi serta juga kemelut sosial selama lebih dari 77 tahun merdeka. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman mengarungi berbagai jenis krisis ekonomi serta juga kemelut sosial selama lebih dari 77 tahun merdeka. Bahkan, jika menengok krisis di tahun 2008 menyebabkan pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada saat itu.
“Menengok ke tahun 2008, sektor keuangan Global pernah kolaps yang dipicu oleh krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, serta lonjakan harga pangan dan energi. Akibatnya pemerintah saat itu harus menaikkan harga BBM dan inflasi dalam negeri meningkat hingga mencapai lebih dari 11%,” kata Wapres saat Peresmian Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), Rabu (7/9/2022).
Baca Juga: Tiga Krisis Global Menghantui, Ini Langkah Sri Mulyani
Wapres mengungkapkan, krisis ekonomi juga mengguncang Indonesia pada tahun 1998. Bahkan, pada saat ini pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17% dan rupiah mengalami depresiasi sangat tajam.
“Ditarik lebih jauh ke belakang lagi pada tahun 1998, krisis ekonomi yang lebih dalam mengguncang negara kita, sehingga pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17 persen,” kata Wapres.
“Menengok ke tahun 2008, sektor keuangan Global pernah kolaps yang dipicu oleh krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, serta lonjakan harga pangan dan energi. Akibatnya pemerintah saat itu harus menaikkan harga BBM dan inflasi dalam negeri meningkat hingga mencapai lebih dari 11%,” kata Wapres saat Peresmian Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), Rabu (7/9/2022).
Baca Juga: Tiga Krisis Global Menghantui, Ini Langkah Sri Mulyani
Wapres mengungkapkan, krisis ekonomi juga mengguncang Indonesia pada tahun 1998. Bahkan, pada saat ini pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17% dan rupiah mengalami depresiasi sangat tajam.
“Ditarik lebih jauh ke belakang lagi pada tahun 1998, krisis ekonomi yang lebih dalam mengguncang negara kita, sehingga pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17 persen,” kata Wapres.
Lihat Juga :