BKPM Raih Komitmen Investasi dari Inggris Raya Rp52,5 T
Selasa, 19 Mei 2015 - 11:07 WIB
BKPM Raih Komitmen Investasi dari Inggris Raya Rp52,5 T
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meraih investasi sebesar USD4,01 miliar atau setara Rp52,53 triliun (kurs Rp13.100/USD) dari Inggris Raya.
Komitmen investasi itu diraih BKPM dari acara Indonesia Business Forum: Energy Policy Updates and Opportunities bekerja sama dengan Scottish Development International (SDI) di Glasgow, Inggris pada 6 Mei 2015.
"Forum yang dihadiri 25 perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Inggris dan Skotlandia tersebut berhasil menggaet minat investasi sektor energi terbarukan sebesar USD4,01 miliar," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Menurut dia, minat investasi tersebut pada sektor energi solar di atas 10 megawatt (mw) dan offshore tidal energy. Beberapa perusahaan juga telah meminta bantuan BKPM untuk mencarikan mitra potensial di Indonesia.
"Tentunya BKPM dan IIPC London sebagai kepanjangan tangan kami di Inggris akan memandu para calon investor tersebut dengan sebaik-baiknya,” jelas Himawan.
Dia mengungkapkan, business forum ini diselenggarakan bersamaan dengan berlangsungnya All Energy Sector Conference and Exhibition 2015, di mana Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London juga turut berpartisipasi.
"Sengaja kami manfaatkan momentum ini untuk menjelaskan kebijakan terbaru investasi dan peluang investasi bidang energi baru dan terbarukan Indonesia kepada para pengusaha energi Inggris yang menaruh minat terhadap Indonesia,” tukasnya.
Sementara Senior Manager Renewable Energy and Low Carbon Technologies SDI Ewen Cameron menjelaskan bahwa Skotlandia adalah pemimpin terdepan bidang pengembangan energi terbarukan di Inggris termasuk Eropa.
Dia meyakinini, akan banyak peluang kerja sama yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Skotlandia dan Inggris dengan Indonesia.
"SDI akan ke Jakarta bersama dengan beberapa perusahaan Inggris pada 24 November 2015 untuk menjajaki investasi energi, minyak dan gas dengan kementerian dan lembaga terkait,” jelasnya.
Menurut data BKPM, selama lima tahun terakhir (2010-2014), total realisasi investasi hijau sudah sekitar 30,3% dari total nilai investasi sebesar Rp486 triliun dibanding total nilai investasi Rp1.600 triliun.
Dari realisasi tersebut, sebanyak USD26,8 miliar merupakan PMA dan Rp139,1 triliun merupakan PMDN. BKPM menargetkan investasi hijau akan tumbuh rata-rata 20% setiap tahun, hingga diperkirakan pada 2019 investasi hijau PMA mencapai USD56 miliar dan PMDN Rp448 triliun.
Komitmen investasi itu diraih BKPM dari acara Indonesia Business Forum: Energy Policy Updates and Opportunities bekerja sama dengan Scottish Development International (SDI) di Glasgow, Inggris pada 6 Mei 2015.
"Forum yang dihadiri 25 perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Inggris dan Skotlandia tersebut berhasil menggaet minat investasi sektor energi terbarukan sebesar USD4,01 miliar," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Menurut dia, minat investasi tersebut pada sektor energi solar di atas 10 megawatt (mw) dan offshore tidal energy. Beberapa perusahaan juga telah meminta bantuan BKPM untuk mencarikan mitra potensial di Indonesia.
"Tentunya BKPM dan IIPC London sebagai kepanjangan tangan kami di Inggris akan memandu para calon investor tersebut dengan sebaik-baiknya,” jelas Himawan.
Dia mengungkapkan, business forum ini diselenggarakan bersamaan dengan berlangsungnya All Energy Sector Conference and Exhibition 2015, di mana Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London juga turut berpartisipasi.
"Sengaja kami manfaatkan momentum ini untuk menjelaskan kebijakan terbaru investasi dan peluang investasi bidang energi baru dan terbarukan Indonesia kepada para pengusaha energi Inggris yang menaruh minat terhadap Indonesia,” tukasnya.
Sementara Senior Manager Renewable Energy and Low Carbon Technologies SDI Ewen Cameron menjelaskan bahwa Skotlandia adalah pemimpin terdepan bidang pengembangan energi terbarukan di Inggris termasuk Eropa.
Dia meyakinini, akan banyak peluang kerja sama yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Skotlandia dan Inggris dengan Indonesia.
"SDI akan ke Jakarta bersama dengan beberapa perusahaan Inggris pada 24 November 2015 untuk menjajaki investasi energi, minyak dan gas dengan kementerian dan lembaga terkait,” jelasnya.
Menurut data BKPM, selama lima tahun terakhir (2010-2014), total realisasi investasi hijau sudah sekitar 30,3% dari total nilai investasi sebesar Rp486 triliun dibanding total nilai investasi Rp1.600 triliun.
Dari realisasi tersebut, sebanyak USD26,8 miliar merupakan PMA dan Rp139,1 triliun merupakan PMDN. BKPM menargetkan investasi hijau akan tumbuh rata-rata 20% setiap tahun, hingga diperkirakan pada 2019 investasi hijau PMA mencapai USD56 miliar dan PMDN Rp448 triliun.
(rna)
Lihat Juga :