Strategi Baru BKPM Tawarkan Potensi Investasi RI
Sabtu, 23 Mei 2015 - 21:22 WIB
Strategi Baru BKPM Tawarkan Potensi Investasi RI
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memiliki strategi baru dalam memasarkan potensi investasi Indonesia, yaitu bekerja sama dengan perbankan di negara yang menjadi target pemasaran.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, untuk kegiatan roadshow BKPM di Jepang pada 25-29 Mei 2015 mendatang, BKPM bekerja sama dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Jepang.
"Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan bekerja sama bank setempat. Mereka memiliki data tentang investor yang potensial dan kredibel, sehingga pemasaran potensi investasi Indonesia dapat langsung menuju sasarannya," jelas Franky dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2015).
Dia berharap dengan model pemasaran investasi semacam ini BKPM dapat meningkatkan masuknya investasi Jepang ke Indonesia.
Merujuk pada data JETRO, Indonesia menempati peringkat ketujuh negara tujuan investasi Jepang ke seluruh dunia sebesar USD3,9 miliar atau Rp51,09 miliar (kurs Rp13.100/USD). Empat besar negara tujuan investasi Jepang adalah Amerika Serikat USD43,7 miliar, Inggris USD13,31 miliar, Thailand USD10,17 miliar dan Belanda USD8,6 miliar.
Saat ini, sambung Franky, pekerjaan rumah BKPM adalah meningkatkan jumlah investasi Jepang ke Indonesia. Modal positif kita adalah rasio investasi Jepang yang cukup tinggi hingga 65%. "Artinya dari 10 investor Jepang, 6,5 nya merealisasikan minatnya," tandasnya.
Selain Jepang, BKPM juga akan menjalankan model kerja sama dengan perbankan untuk menarik investasi Korea, China dan Taiwan.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, untuk kegiatan roadshow BKPM di Jepang pada 25-29 Mei 2015 mendatang, BKPM bekerja sama dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Jepang.
"Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan bekerja sama bank setempat. Mereka memiliki data tentang investor yang potensial dan kredibel, sehingga pemasaran potensi investasi Indonesia dapat langsung menuju sasarannya," jelas Franky dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2015).
Dia berharap dengan model pemasaran investasi semacam ini BKPM dapat meningkatkan masuknya investasi Jepang ke Indonesia.
Merujuk pada data JETRO, Indonesia menempati peringkat ketujuh negara tujuan investasi Jepang ke seluruh dunia sebesar USD3,9 miliar atau Rp51,09 miliar (kurs Rp13.100/USD). Empat besar negara tujuan investasi Jepang adalah Amerika Serikat USD43,7 miliar, Inggris USD13,31 miliar, Thailand USD10,17 miliar dan Belanda USD8,6 miliar.
Saat ini, sambung Franky, pekerjaan rumah BKPM adalah meningkatkan jumlah investasi Jepang ke Indonesia. Modal positif kita adalah rasio investasi Jepang yang cukup tinggi hingga 65%. "Artinya dari 10 investor Jepang, 6,5 nya merealisasikan minatnya," tandasnya.
Selain Jepang, BKPM juga akan menjalankan model kerja sama dengan perbankan untuk menarik investasi Korea, China dan Taiwan.
(izz)
Lihat Juga :