BKPM Siap Kawal Investasi Rp14,9 Triliun di Sumut

Kamis, 28 Mei 2015 - 12:46 WIB
BKPM Siap Kawal Investasi...
BKPM Siap Kawal Investasi Rp14,9 Triliun di Sumut
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kabupaten/Kota Sumatera Utara (Sumut) dan pemerintah daerah siap mengawal realisasi investasi di wilayah tersebut.

Tahun 2015, wilayah Sumatera mendapatkan porsi target realisasi investasi sebesar 15% dari porsi nasional sebesar Rp519,5 triliun. Khusus untuk Sumatera Utara diharapkan dapat menyumbang investasi sebesar Rp14,9 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis mengatakan, Sumatera Utara pada tahun lalu tercatat mencapai 77,9% target investasi sebesar Rp13,1 triliun.

“Ini di bawah performa wilayah lain yang mampu melampaui target, seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan dan Lampung,” ujar Azhar dalam rilisnya, Kamis (28/5/2015).

Dia menjelaskan, salah satu upaya BKPM adalah melalui fasilitasi berbagai permasalahan/hambatan investasi agar perusahaan-perusahaan dapat segera merealisasikan investasinya.

Dia menuturkan, dalam acara Gelar Potensi Investasi Daerah dan Regional Investor Forum di Medan beberapa waktu lalu, dirinya sempat berdialog dengan 16 perusahaan yang mayoritas bergerak di bidang ketenagalistrikan.

Menurut dia, proyek mereka tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Asahan, Kabupaten Langkat dan Kota Dumai.

"Dalam dialog tersebut, setidaknya ada dua pembahasan, mengenai perizinan penanaman modal dan pelayanan PTSP daerah,” tambahnya.

Untuk perizinan penanaman modal, lanjutnya, para investor mengeluhkan masalah regulasi terkait perizinan penanaman modal yang menyulitkan perusahaan, antara lain berbagai rekomendasi untuk investasi di bidang ketenagalistrikan dari berbagai dinas, sehingga membuat perusahaan harus melakukan survei di daerah lebih dari sekali.

“Mereka mengatakan survei dilakukan untuk melengkapi dokumen dari Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota, Dinas Kehutanan Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” paparnya.

Dia mengungkapkan, beberapa perizinan memang merupakan wewenang pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Adapun satu daerah dengan daerah yang lain membutuhkan prosedur perizinan dan persyaratan yang berbeda.

"Diharapkan pemerintah pusat membuat regulasi yang menyeragamkan, sehingga proses perizinan di setiap daerah seragam dan transparan untuk mengurangi peluang terjadinya praktik pungutan-pungutan yang tidak seharusnya terjadi," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
56 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
59 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved