Ekonomi AS Kuartal I/2015 Terkontraksi

Sabtu, 30 Mei 2015 - 09:56 WIB
Ekonomi AS Kuartal I/2015...
Ekonomi AS Kuartal I/2015 Terkontraksi
A A A
WASHINGTON - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami kontraksi pada kuartal I/2015 karena menguatnya dolar AS (USD) dan gangguan di pelabuhan Pantai Barat, meski aktivitas perlahan mulai pulih.

Pemerintah pada Jumat waktu setempat memangkas estimasi produk domestik bruto (PDB), menyusul PDB kuartal I AS yang mengalami kontraksi 0,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan di bawah perkiraan tumbuh 0,2%.

Melebarnya defisit perdagangan dan menyusutnya akumulasi persediaan bisnis dari estimasi sebelumnya menyumbang penurunan, begitu juga dengan tingkat belanja konsumen.

Dengan perkiraan pertumbuhan kuartal II sekitar 2%, ekonomi pada kuartal I mengalami kinerja terburuk sejak 2011. Lemahnya data sentimen konsumen dan aktivitas manufaktur di Midwest memberikan gambaran bahwa ekonomi tiga bulan pertama tahun ini dan laju pertumbuhan awal kuartal II berjalan moderat.

Hal itu ditambah melemahnya data penjualan retail dan produksi industri. Meski begitu, data perumahan dan rencana pengeluaran bisnis menunjukkan momentum positif, yang akan mendorong Federal Reserve berada pada jalur untuk tetap menaikkan suku bunga acuan tahun ini.

Sementara ekonom berhati-hati terhadap data yang menujukkan pelemahan dalam produksi. Mereka berpendapat, angka PDB kuartal I tertekan oleh faktor yang bersifat sementara.

Bahkan, ekonom telah meragukan keakuratan perkiraan PDB kuartal I tahun ini, yang cenderung menunjukkan kontraksi selama beberapa tahun terakhir.

"Jelas ekonomi lebih lemah daripada yang kita mau, tapi kuartal I ini berlebihan. Kita akan melihat pertumbuhan yang cukup untuk menjaga penciptaan lapangan kerja dan memungkinkan Fed akan mempertahankan jadwal menaikkan suku bunga pada September," kata Kepala Ekonom di Comerica di Dallas Robert Dye seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/5/2015).

Diukur dari sisi pendapatan, ekonomi tumbuh 1,4% pada kuartal I. Ukuran pertumbuhan permintaan domestik direvisi naik sedikit dan pengeluaran bisnis untuk peralatan naik dari perkiraan sebelumnya.

Sementara obligasi AS diperdagangkan lebih tinggi, dengan USD sebagian besar tidak berubah terhadap sejumlah mata uang utama dan bursa saham Wall Street berakhir jatuh.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
17 menit yang lalu
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
10 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
10 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
10 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
10 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved