USD Diperdagangkan Variatif Pascareli

Sabtu, 30 Mei 2015 - 12:00 WIB
USD Diperdagangkan Variatif...
USD Diperdagangkan Variatif Pascareli
A A A
WASHINGTON - Dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan variatif pada Jumat waktu setempat pascareli baru-baru ini karena lemah laju pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I/2015. Indeks dolar turun 0,06%, namun tetap pada jalur kenaikan pada bulan ini.

"Sentimen yang mendasari tetap positif tetapi ada beberapa aksi ambil untung dan ini adalah akhir bulan," kata analis pasar senior di Western Union Business Solutions Joe Manimbo seperti dilansir dari CNBC, Sabtu (30/5/2015).

Pemerintah AS melaporkan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) terkontraksi selama Januari, Februari dan Maret karena cuaca ekstrim dan menguatnya USD serta gangguan di pelabuhan Pantai Barat.

Pemerintah memangkas estimasi produk domestik bruto (PDB), menyusul kontraksi sebesar 0,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan di bawah proyeksi pertumbuhan sebesar o,2%.

Ekonom berhati-hati pada data yang dirilis baru-baru ini yang menunjukkan koreksi, sehingga bisa menyebabkan Federal Reserve (The Fed) untuk menunda mengakhiri era suku bunga rendah.

Data terbaru yang dirilis pada Kamis waktu setempat menunjukkan, penjualan rumah membaik, memperkuat pandangan ekonomi pulih dari masalah yang berhubungan dengan cuaca dan The Fed masih berada pada jalur untuk menaikkan suku bunga.

"Data PDB sebagian besar sejalan, sedikit lebih baik dari apa yang diharapkan pasar," kata strategi mata uang dan suku bunga global di Macquarie Ltd Thierry Albert Wizman.

USD turun 0,14% menjadi USD1,0984 terhadap euro, yang mendapatkan dorongan dari harapan kesepakatan akan segera dicapai antara Yunani dan kreditor.

Sementara terhadap yen, dolar pada perdagangan Kamis berada di 124,46, rekor penguatan USD tertinggi selama 12,5 tahun terhadap yen dari terakhir diperdagangankan pada 124,08.

(Baca: Ekonomi Terkontraksi, Wall Street Ditutup Terkoreksi)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Beban Sejarah Defisit...
Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS
Fakta-fakta Dedolarisasi...
Fakta-fakta Dedolarisasi yang Digaungkan BRICS: Ekonomi Amerika Bisa Klenger
Rupiah Sepekan, Melemah...
Rupiah Sepekan, Melemah Imbas Kekhawatiran Ekonomi AS dan China
Rusia: Dolar Jadi Senjata...
Rusia: Dolar Jadi Senjata AS untuk Perang Dagang Global
Rupiah Diprediksi Menguat...
Rupiah Diprediksi Menguat Saat Dolar Tertekan Pesimisme Pemulihan Ekonomi AS
Bebas dari Pengaruh...
Bebas dari Pengaruh Barat, Dedolarisasi Bakal Membantu Pembangunan Afrika
Berita Terkini
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
12 menit yang lalu
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
30 menit yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
12 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
12 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved