Ini Kesepakatan Kerangka Ekonomi Makro 2016

Senin, 22 Juni 2015 - 19:17 WIB
Ini Kesepakatan Kerangka...
Ini Kesepakatan Kerangka Ekonomi Makro 2016
A A A
JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas telah menyepakati besaran asumsi makro indikatif dalam Pembahasan Kerangka Ekonomi Makro 2016.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi XI Fadel Muhammad yang selanjutnya akan dibawa dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).

"Kami menyepakati bahwa pertumbuhan ekonomi 2016 asumsinya sebesar 5,5-6%, seperti yang sudah dikatakan Menteri Keuangan. Kemudian untuk inflasi, tetap berada di 4,0 plus minus 1%," ujarnya di Jakarta, Senin (22/6/2015)

Untuk nilai tukar rupiah, kata Fadel, DPR menyepakati kurs Rp13.000-13.400 per USD sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Selanjutnya, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) di angka 4-6%.

"Untuk target pembangunan, kali ini tingkat pengangguran Indonesia menurun range-nya menjadi 5,2-5,5% dan tingkat kemiskinan 9,0-10%," paparnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM), lanjut Fadel, ditetapkan di angka 70,1% dan Gini Ratio di angka 0,39%. "Gini ratio ini luar biasa penurunannya di angka 0,39% setelah sebelumnya berada di angka 0,41%," tandasnya.

Baca juga:

Kondisi Ekonomi Dunia Pengaruhi Asumsi Makro RI

Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Asumsi Makro di APBN 2015
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Asumsi Makro 2022 Dirombak,...
Asumsi Makro 2022 Dirombak, Berikut Rinciannya
Ini Tantangan bagi Pemerintahan...
Ini Tantangan bagi Pemerintahan Prabowo Capai Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2025
Usulan Asumsi Dasar...
Usulan Asumsi Dasar Makro 2025: Ekonomi RI Tumbuh 5,1-5,5%, Rupiah Rp15.300-Rp16.000/USD
Komisi VII DPR Setujui...
Komisi VII DPR Setujui Asumsi Makro Kementerian ESDM
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved