Wall Street Berakhir Rebound Didukung Harga Minyak

Rabu, 08 Juli 2015 - 08:55 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Rebound Didukung Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Selasa waktu setempat berakhir balik arah menguat (rebound) setelah bergerak fluktuatif didukung naiknya harga minyak Amerika Serikat (AS), sehingga membantu mengimbangi kekhawatiran perlambatan di China dan krisis utang Yunani.

Sektor energi di indeks S&P (SPNY) berbalik arah naik 0,9% karena minyak mentah AS melonjak 0,7% setelah anjlok 3,7% pada hari sebelumnya.

Survei Reuters menunjukkan, stok minyak mentah komersial kemungkinan tergelincir di pekan yang berakhir 3 Juli setelah naik untuk kali pertama sejak April di pekan sebelumnya.

"Penurunan minyak berakhir. Saham energi melambung dan ketika terjadi, itu membantu indeks bergerak menguat," kata Kepala Investasi di Wedbush Equity Management LLC Stephen Massocca seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/7/2015).

Kekhawatiran tentang ekonomi dan anjloknya pasar saham China sejalan dengan sektor komoditas global melemah, di mana harga tembaga, batu bara, gas alam dan bijih besi jatuh ke posisi terendah tahun ini.

Para pemimpin zona Eropa mengadakan pertemuan darurat di Brussels pada Selasa dan rencana lainya pada hari Minggu untuk menyetujui membantu Yunani jika lembaga kreditor puas dengan komitmen aplikasi pinjaman dan reformasi keuangan Yunani.

Beberapa investor percaya krisis Yunani dan perlambatan China dapat menjadi alasan bagi Federal Reserve untuk menunda menaikkan suku bunga AS, atau paling tidak memperlambat laju kenaikannya.

"Ekonomi AS harus mendapatkan keuntungan dari suku bunga dan harga minyak yang lebih rendah, yang merupakan imbas dari perlambatan China dan krisis Yunani," kata Kepala Investasi Multi Aset Strategies and Solution di Voya Investment Management Paul Zemsky.

Sembilan dari 10 sektor utama di indeks S&P 500 berakhir menguat. Indeks utilitas (SPLRCU) melonjak 2,48%, sedangkan sektor bahan baku (SPLRCM) turun 0,33%.

Dow Jones Industrial Average naik 93,33 poin atau 0,53% menjadi berakhir pada 17.776,91; indeks S&P 500 naik 12,58 poin atau 0,61% ke 2.081,34; dan Nasdaq Composite bertambah 5,52 poin atau 0,11% ke 4.997,46.

Sekitar 8,6 miliar saham diperdagangkan di semua platform AS, jauh di atas rata-rata dalam limas sesi terakhir sebanyak 6,9 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
49 menit yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
1 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
1 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
3 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved