DPR Nilai Ditjen Anggaran Lelet Cairkan Anggaran

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 10:53 WIB
DPR Nilai Ditjen Anggaran...
DPR Nilai Ditjen Anggaran Lelet Cairkan Anggaran
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ahmadi Noorsupit mengatakan, Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) seharusnya bisa bekerja menyalurkan anggaran lebih cepat. Selama ini proses pencairan keuangan untuk daerah terkesan lambat.

"Selalu saja di Ditjen Anggaran itu begitu. Lambat sekali proses pencairan keuangan untuk pembangunan. Ini yang harus kita lihat ada apa di sana. Mestinya Menko Perekonomian panggil, ada apa ini. Setiap masalah dicari di mana sumbatannya. Jangan dibiarkan sebagai sebuah tradisi. Apalagi, daerah saat ini membutuhkan transfer cepat," katanya sebelum sidang Nota Keuangan 2016 di gelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Padahal, kata dia, RAPBN 2016 sudah cukup baik rancangannya dan memenuhi harapan. Supit mengatakan beberapa periode ini DPR mendorong agar transfer dan pembangunan di daerah harus lebih kuat daripada transfer Kementerian/ Lembaga (K/L) di tingkat pusat.

"Kita menganggap banyak sekali kegiatan di daerah yang karena komandonya dari pusat, bocornya terlalu banyak. Cuma kan menyangkut kepercayaan pada daerah. Ini memang harapan yang bagus kalau terealisasi baik. Jangan hanya angka di APBN. Tapi penyerapan anggaran hanya di bawah 85%," ujarnya.

Sistem di daerah pun harus diperbaiki, bagaimana anggaran dari pusat ke daerah bisa mengalir dengan baik, tidak terjadi penyumbatan dan mencair dari bulan pertama tahun anggaran.

"Sehingga di Januari ada action. Jangan Juni lagi dan realisasi baru Oktober, November, Desember. Pokoknya semua itu tergantung pusat kok. Kalau puasatnya konsisten, cepat itu bisa. Jangan sampai ada anggapan sengaja di pusat diendapkan dulu anggarannya," pungkas Ahmadi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Kemenkeu Ajukan Tambahan...
Kemenkeu Ajukan Tambahan Anggaran Rp43,307 T di 2021, Buat Apa?
Kemenkeu Perpanjang...
Kemenkeu Perpanjang Alokasi Anggaran Corona Sampai 2021
Kemenkeu Puji Komitmen...
Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona
Sri Mulyani Mohon Maaf...
Sri Mulyani Mohon Maaf Tak Ada Snack Saat Rapat Imbas Hemat Anggaran
Sah! Anggaran Kementerian...
Sah! Anggaran Kementerian Keuangan Dipangkas Rp8,9 Triliun
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
10 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
17 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved