Kereta Cepat Hanya Cocok untuk Jarak Jauh

Selasa, 01 September 2015 - 00:11 WIB
Kereta Cepat Hanya Cocok...
Kereta Cepat Hanya Cocok untuk Jarak Jauh
A A A
JAKARTA - Pertentangan soal kereta cepat diungkapkan mantan Menteri Perhubungan, Emil Salim. Dia memandang, proyek ini bukan prioritas sebab kereta cepat hanya berguna untuk kondisi jarak jauh, seperti Jakarta-Surabaya.

“Kalau Jakarta-Bandung sekitar 180 km itu waste resource, apalagi pakai dolar. Saya khawatir ini tak cocok dengan kereta api biasa yang ada saat ini. Kalau terjadi kompetisi, ini tak baik, sistemnya bisa enggak betul,” ujarnya, Senin (31/8/2015).

Dia menambahkan, pemerintah sebaiknya merawat dan mengembangkan sistem transportasi yang ada. Misalnya, memperbaiki bantalan-bantalan rel kereta, mengatasi kemacetan, serta meningkatkan keselamatan penumpang. “Proyek ini saya anggap terlalu boros dan tak memiliki urgensi bagi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Hal berbeda disampaikan pengamat transportasi, Danang parikesit. Menurutnya, rencana pemerintah berdasarkan perspektif angkutan transportasi harus dilihat dalam visi jangka panjang. (Baca: Realisasi Kereta Cepat RI seperti Kue Setengah Matang)

"Kalau perspektif angkutan semata, demand-nya memang masih kecil. Tapi rencana ini harusnya dikaitkan dengan visi jangka panjang. Yang dilihat adalah Jakarta-Bandung sebagai bagian dari Jjava rail network," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa penumpang kereta cepat merupakan qualitiy seekers yang tak memikirkan masalah cost. "Mereka (penumpang kereta cepat) tak terlalu sensitif dengan cost. yang lebih penting ialah apakah ada konektivitas yang bagus di pusat Kota Jakarta dan Bandung," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, belum bisa berkomentar banyak mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dia beralasan bahwa tim evaluasi telah dibentuk dan diketuai oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. "Saya enggak ada tanggapan soal kereta cepat. Timnya sudah ada dan ketuanya Pak Darmin. Kementerian Perhubungan hanya diminta pendapat," jelasnya, pekan lalu.

Jonan menambahkan, belum ada rapat evaluasi mengenai proyek pembangunan kereta cepat tersebut. "Kalau tingkat eselon satu mungkin sudah membahas secara teknis. Tapi itu urusan teknis ya. Tapi soal penilaian atau tim evaluasi di tingkat kementerian saya kira belum ada pembahasan. Nanti kalau sudah ada rapat saya kira akan disampaikan," ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo saat ini mendorong proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa segera terealisasi. Dua investor asal Jepang dan China sedang berkompetisi membangun proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui proposal.

Pemerintah saat ini menghitung dari dua investor tersebut mana yang lebih menguntungkan. Presiden Joko Widodo sendiri memberikan sinyal bahwa kereta cepat tak akan menggunakan uang APBN, melainkan memanfaatkan investasi asing.

Baca juga:

Pengumuman Pemenang Proyek Kereta Cepet Molor

Kereta Cepat Jepang versus China

Jepang Akui Bersaing Keras dengan China

China Pede Proposal Kereta Cepat Akan Diterima Jokowi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved