Kebijakan QE AS Tak Bisa Ditiru Negara Lain

Rabu, 16 September 2015 - 20:28 WIB
Kebijakan QE AS Tak...
Kebijakan QE AS Tak Bisa Ditiru Negara Lain
A A A
JAKARTA - Saat Amerika Serikat (AS) melakukan kebijakan pelonggaran moneter atau quantitative easing (QE), negara lain ingin meniru kebijakan tersebut. Namun, tidak ada yang bisa meniru kebijakan ini meski negara maju sekalipun.

Kebijakan ini dilakukan Amerika Serikat (AS) saat menghadapi krisis. Pasalnya, hanya AS yang mampu mengeluarkan negaranya dari krisis dengan menggunakan kebijakan tersebut.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, gejolak ekonomi dunia memang diawali dari krisis di AS pada 2007-2008. Hal itu diakibatkan adanya upaya pemerintah AS mendorong pemberian kredit murah dan mudah.

"Saat mereka mendorong kredit murah, itu terus bablas dan dampaknya ke negara-negara berkembang paling banyak. Menariknya, Amerika Serikat lalu melakukan kebijakan pelonggaran atau quantitative easing, itu mau ditiru sama negara lain. Tapi ternyata, enggak bisa diikuti oleh negara lain," tutur dia di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Menurutnya, dengan melakukan kebijakan ini, suplai mata uang di negara tersebut meningkat, dan krisis pun bisa mereda.

"Hanya AS yang bisa melakukan itu. Dicoba ditiru di Jepang belakangan dengan QE. Tingkat bunga didorong mendekati nol. Orang tahu betul yang belajar moneter kalau kayak gitu seluruh kebijakan moneter tidak berfungsi lagi," tambah Darmin.

Bahkan, Eropa juga sempat meniru, namun ternyata tidak berdampak positif, terlebih Eropa sedang didera situasi politik yang tidak kondusif.

"Jadi, sebelum efek ekonominya terasa, mereka lebih dulu didera konflik politik. Akhirnya yang terasa malah efek politiknya," pungkas mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
43 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved