Jepang Ternyata Masih Minat Investasi di RI

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 12:51 WIB
Jepang Ternyata Masih...
Jepang Ternyata Masih Minat Investasi di RI
A A A
Pasca penolakan proposal proyek kereta cepat (high speed train/HST) yang dilakukan pemerintah terhadap Jepang, ternyata Negeri Sakura tersebut masih tetap berminat menanamkan investasi di Tanah Air.

Gubernur Okayama Prefecture, Jepang Ryuta Ibaragi mengungkapkan bahwa perusahaan industri komponen di Okayama berminat menanamkan modalnya di Indonesia.
Minat perusahaan dari Prefecture Okoyama tersebut menambah daftar panjang minat investasi dari negeri Sakura tersebut.

Dalam kunjungannya ke kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Ryuta menyampaikan minat industri komponen yang selama ini memasok produsen mobil Mitsubishi untuk mendirikan pabrik komponen di Indonesia.

"Saat ini ada 422 perusahaan di wilayah Prefecture Okoyama yang investasi ke luar Jepang. Di Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan-perusahaan besar yang melakukan investasi di Indonesia," ujarnya seperti dalam rilis di Jakarta, Sabtu (10/10/2015)

Ibaragi menuturkan, minat investasi perusahaan Jepang ke Indonesia sangat besar. Hanya saja terdapat beberapa catatan dari investor prefektur Okayama tentang iklim investasi di Indonesia, salah satunya terkait persoalan pengupahan tidak dapat diprediksi.

"Namun untuk MRT, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah Indonesia pada perusahaan Jepang. Tentu kepercayaan tersebut tidak akan disia-siakan dan akan dijaga sebaik mungkin," paparnya.

Salah satu contoh sukses perusahaan Okayama yang menanamkan modal di Indonesia adalah Marugo, perusahaan industri komponen yang melakukan perluasan dan ekspansi.

Kepala BKPM Franky Sibarani menambahkan, perusahaan-perusahaan Jepang merupakan prioritas bagi BKPM untuk difasilitasi. Investasi Jepang yang ada di Indonesia merupakan salah satu komponen utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pihaknya berencana untuk melakukan promosi investasi di Okayama, awal tahun depan untuk menangkap minat investasi perusahaan-perusahaan Jepang tersebut.

"Kami siap mengawal investasi dari Jepang. Dengan adanya Marketing Officer wilayah Jepang serta kantor perwakilan BKPM di Tokyo, idealnya dapat dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha Okayama," pungkasnya. (lly)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved