Langkah Jokowi-JK Terganjal jika DPR Tak Setujui RAPBN 2016

Rabu, 28 Oktober 2015 - 13:46 WIB
Langkah Jokowi-JK Terganjal...
Langkah Jokowi-JK Terganjal jika DPR Tak Setujui RAPBN 2016
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Prakarsa Ah Maftuchan mengatakan, pemerintah dan DPR harus segera menyelesaikan perumusan RAPBN 2016 yang deadline-nya 30 Oktober 2015.

Menurutnya, jika ini sampai tidak disetujui DPR, maka pemerintah terpaksa menggunakan anggaran APBN-P 2015 lagi dan visi misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terancam tak terlaksana sepenuhnya.

Dia mengatakan, sampai detik ini belum ada tanda-tanda pemerintah dengan DPR akan melakukan sisa pembahasan mengenai RAPBN 2016, padahal masa sidang tinggal dua hari lagi sebelum pengesahan.

"Seperti diketahui sampai hari ini RAPBN 2016 belum disetujui parlemen. Padahal masa sidang tinggal dua hari lagi. Jika 30 Oktober belum ada pengasahan, maka pemerintah akan kembali menggunakan APBNP 2015. Ini pertama kalinya dalam sejarah dan visi misi Jokowi-JK untuk program-program unggulan tidak terlaksana," terangnya di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Pemerintah dan parlemen dinilai kurang menggugah partisipasi pembahasan di RAPBN 2016 lantaran tidak melibatkan pengamat ekonomi Indonesia untuk ikut memberikan masukan.

"Dulu di 2015 atau di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah dan parlemen selalu mengajak pengamat ekonomi Indonesia untuk ikut memberikan masukan dalam pembahasan RAPBN. Namun di tahun ini, nyaris tak ada pembahasan dengan kita," kata dia.

Berikutnya, lanjut Maftuch, kementerian dan lembaga (K/L) terkesan gagap dalam menerjemahkan visi misi Presiden Jokowi-JK. Dia menganggap ada ketidak-compatible-an antara cara kerja Presiden dengan kementeriannya.

"Jadi, kementerian dan lembaga belum bisa menerjemahkan cara kerja pimpinannya. Ini bakal menjadi masalah akibat ketidakmampuan birokrasi dalam menerjemahkan visi misi pimpinannya. Ibaratnya, presiden sudah pentium 4, kementerian dan lembaganya baru pentium 2," tukasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved