Mayoritas Fraksi di DPR Tolak PMN dalam RAPBN 2016

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 14:38 WIB
Mayoritas Fraksi di...
Mayoritas Fraksi di DPR Tolak PMN dalam RAPBN 2016
A A A
JAKARTA - Mayoritas fraksi partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak penyertaan modal negara (PMN) untuk badan urusan milik negara (BUMN) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Sikap itu telah diungkapkan fraksi-fraksi dalam rapat Badan Anggran (Banggar) dan disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015).

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi salah satu partai pendukung pemerintah yang menolak pembiayaan melalui PMN untuk BUMN senilai Rp40,32 triliun. PDIP berpandangan alokasi anggaran PMN sudah selayaknya direlokasi untuk program kerakyatan dalam bentuk padat karya.

Sementara itu, Partai Golkar mencermati alokasi PMN bagi BUMN yang semakin besar, sementara anggaran minim bidang pertanian, perikanan, kelautan, kehutanan dan desa bisa jadi bom waktu. Golkar minta PMN dialokasikan untuk program prorakyat dibanding diberikan kepada BUMN.

Dalam paparannya, PKS menilai PMN sebesar Rp48,3 triliun harusnya lebih mendesak untuk program-program kesejahteraan yang bisa meningkatkan daya beli rakyat. Alokasi PMN untuk BUMN perlu analisis terkait kelayakan BUMN.

Dalam pandangannya, PPP menilai PMN untuk BUMN akan rawan penyelewengan. Anggaran TNI juga dinilai tak konsisten karena hanya 1,5% dari penerimaan domestik bruto (PDB). Gerindra juga menyoroti realisasi PMN yang rendah. Namun, hanya Gerindra menjadi satu-satunya fraksi yang menolak RAPBN 2016.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
16 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
23 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
46 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved