BKPM: Ada Misi Khusus dalam Revisi DNI

Sabtu, 31 Oktober 2015 - 14:32 WIB
BKPM: Ada Misi Khusus...
BKPM: Ada Misi Khusus dalam Revisi DNI
A A A
JAKARTA - Berbagai kalangan mempertanyakan alasan pemerintah mengkaji peraturan terkait daftar negatif investasi (DNI) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 39/2014 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Daftar Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengakui bahwa ada misi khusus yang diemban instansi yang dipimpinnya dalam melakukan fungsi koordinasi dengan kementerian teknis terkait.

"Ada misi khusus yang diemban BKPM dalam revisi DNI yakni untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada investor tapi tidak dengan meninggalkan potensi dan kemampuan di dalam negeri. Potensi di dalam negeri didorong, termasuk soal lapangan kerja," ujar dia dalam rilisnya, Sabtu (31/10/2015).

Salah satu masukan konkret terkait hal ini adalah usulan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk memberi ruang gerak bagi pengusaha nasional untuk‎ melakukan penangkapan ikan.

"Untuk sektor pengolahan ikannya akan dibuka untuk asing, namun perlu ada kesinambungan antara penangkapan dan pengolahan, yang jelas kita dorong kapalnya dari Indonesia, ABK-nya dari Indonesia," paparnya.

Dia mengatakan, pembahasan mengenai DNI Indonesia idealnya bermuara pada kepentingan nasional Indonesia.

"Salah satu unsur kepentingan nasional yang saat ini meningkat urgensinya adalah penciptaan lapangan kerja baru untuk dua juta orang pertahun," jelasnya

Kepala BKPM menambahkan, sektor padat karya merupakan salah satu sektor prioritas pemerintah untuk didorong. "Beberapa hal telah kita lakukan untuk mendorong sektor padat karya, di antaranya peluncuran Desk Khusus Tekstil dan Sepatu pada 15 Oktober 2015, peluncuran layanan investasi tiga jam," tukas Franky.

Angkatan kerja Indonesia pada Februari 2015 sebanyak 128,3 juta orang, bertambah 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014 atau bertambah 3,0 juta orang dibanding Februari 2014.

Penduduk bekerja pada Februari 2015 sebanyak 120,8 juta orang, bertambah 6,2 juta orang dibanding posisi Agustus 2014 atau bertambah 2,7 juta orang dibanding posisi Februari 2014.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
27 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved