Pemerintah Dorong Pengusaha Salurkan Produk UKM

Sabtu, 07 November 2015 - 20:15 WIB
Pemerintah Dorong Pengusaha...
Pemerintah Dorong Pengusaha Salurkan Produk UKM
A A A
SURABAYA - Pemerintah mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terlibat secara langsung dalam menyalurkan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Pasalnya, banyak produk UKM di Indonesia layak untuk di ekspor ke mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution di sela Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) Hipmi.

"Saya rasa HIPMI bisa mencoba bisnis agregator atau penghubung produk-produk UKM ke luar negeri,” katanya di Hotel JW Marriott Surabaya, Sabtu (7/11/2015).

Darmin mengatakan, peluang pengembangan bisnis UKM sejatinya sangat menjanjikan, namun masih terdapat kelemahan dalam produk-produk yang dihasilkan. Di antara kelemahan yang membutuhkan perhatian adalah, kemasan produk UKM yang belum standar, desain kemasan yang masih belum menjual, dan kapasitas produksi yang pelu ditingkatkan.

Selama ini, produk UKM hanya memproduksi dengan kapasitas standar. Sementara, jika ada permintaan besar, UKM masih belum mampu memenuhi. Padahal, konsistensi produksi UKM merupakan kunci untuk kesuksesan ekspor ke mancanegara.

"UKM memerlukan perhatian khusus, mereka (UKM) tidak terlatih menghadapi persaingan secara langsung. Mereka hanya terbiasa bersaing dengan lokal," imbuh dia.

Untuk itu, Darmin berharap HIPMI mampu melatih dan menutupi kelemahan yang ada. Pendampingan terhadap UKM menjadi hal yang harus diperhatikan khusus. HIPMI, lanjut juga harus mengambil peran khusus mengajarkan persaingan usaha tingkat provinsi, dan tingkat mancanegara.

Selama ini, sambungnya, Singapura mengimpor barang mentah dari Indonesia, tetapi mereka berhasil melakukan inovasi dengan mengganti kemasan sesuai dengan standar. Setelah selesai, Singapura kembali mengekspor barang dengan harga yang lebih tinggi.

"Singapura kan bisa dikatakan sebagai negara dengan pengembangan bisnis agregator. Saya berharap HIPMI mampu membaca peluang ini," tegasnya.

Jika bisnis agregator berhasil, tambah dia, pengangguran yang ada di Indonesia akan berkurang. Karena, bisnis itu bisa mendorong pertumbuhan perekonomian sebesar 7%.

Selama ini kondisi perekonomia hanya sebesar 4%, sementara untuk mencapai 7%, salah satu caranya adalah hutang atau mengundang modal asing. "Kalau tidak diatasi, ekonomi Indonesia akan mudah goncang," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akbar Buchari Resmi...
Akbar Buchari Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2022-2025
Refleksi Peran Wirausaha...
Refleksi Peran Wirausaha Bangun Bangsa, HIPMI Dorong 10 Juni Jadi Hari Kewirausahaan Nasional
Bursa Calon Ketum HIPMI,...
Bursa Calon Ketum HIPMI, Akbar Buchori Dapat Dukungan dari Bobby Nasution
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Jelang Musdalub Hipmi...
Jelang Musdalub Hipmi DIY, Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka
HIPMI Punya Pemimpin...
HIPMI Punya Pemimpin Baru, Begini Pesan Bahlil Lahadalia
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved