Euro Tertekan, Rupiah Dibuka 'Ngegas'

Rabu, 11 November 2015 - 10:04 WIB
Euro Tertekan, Rupiah...
Euro Tertekan, Rupiah Dibuka 'Ngegas'
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka kembali 'ngegas', di tengah tertekannya euro terhadap USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.576/USD, menguat 43 poin dari posisi kemarin di level Rp13.619/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.577/USD. Posisi tersebut terapresiasi 31 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.608/USD. (Baca: Meski Rupiah Potensi Reli, Waspadai Pembalikan Arah)

Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.594/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke level Rp13.568/USD. Posisi itu positif dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.619/USD.

Sementara USD menguat terhadap euro. Melemahnya euro karena ketidakpastian politik di Portugal memberikan alasan untuk melakukan aksi jual di pasar.

Mata uang zona Eropa itu terakhir berada pada 1,0724/USD, setelah meluncur di bawah 1,0700 untuk kali pertama dalam lebih dari enam bulan, semalam. Posisi itu jatuh sejauh 1,0674 setelah melewati koreksi pada Jumat pekan lalu di 1,0704.

Investor membidik euro setelah pemerintah minoritas Portugal runtuh karena partai sayap kiri menggulingkan penguasa. Ini adalah langkah pertama terhadap pemerintah terpilih sejak akhir kediktatoran pada 1974.

"Sementara ketidakpastian politik di Portugal bukan pertanda baik untuk euro, Yunani sepertinya tidak dalam skenario. Latar belakang fiskal Portugal jauh lebih mudah ditangani daripada Yunani," kata senior strategi mata uang di Commonwealth Bank Elias Haddad, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (11/11/2015).

Sebaliknya, dia menambahkan bahwa proyeksi lebih pada Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan melanjutkan kebijakan moneter untuk menjaga euro di bawah tekanan. Sebaliknya, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS pada Desember untuk kali pertama dalam hampir satu dekade mendukung USD.

Dengan euro di bawah tekanan, indeks USD kembali di atas level tinggi pada 99,345, mendekati rekor tujuh bulan pada 99,504 dan terakhir berada di 99,168. Terhadap yen, USD berada pada123,19, mendekati rekor 2,5 bulan di 123,60 pada Senin lalu. Euro terhadap yen berada pada 132.00, menjauh dari palung enam bulan di 131,45 pada akhir pekan lalu.

Sementara mata uang komoditas, seperti dolar Australia dan Selandia Baru mendekati posisi terendah satu bulan karena investor menunggu data lain China. Dolar Australia berada di 0,7030/USD, sementara dolar Selandia Baru berada di 0,6533/USD. Kedua mata uang ini tidak jauh dari posisi terendah satu bulan, masing-masing pada 0,7016 dan 0,6499/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
29 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved